Menjaga Hati

DI 27072018

Amsal 4:23 KJV
Keep thy heart with all diligence; for out of it are the issues of life.

  • Jagalah hatimu dengan segala ketekunan, karena dari situ keluar mata air kehidupan.

Memang berbeda dg terjemahan bhsa Indonesia yg biasa kita gunakan, tp mari kita coba pelajari sesuai dg arti dr bhsa aslinya.

Kata menjaga berasal dr kata ‘nâtsar’ yg artinya mengawal, mengawasi. Mgkin kita bs melihat contoh dr pasukan pengawal kepresidenan di negara kita, mengawal presiden dg ketat, tdk boleh ada kesalahan, sigap menjaga keselamatan presiden. Awasi hati kita jgn sampai ada sesuatu yg bs merusak suasana hati sehingga hati kita perlahan-lahan mulai rusak.

Menjaga hati dg segala ketekunan, ketekunan dlm bhsa aslinya adalah ‘mishmâr’, salah satu artinya adalah pos penjaga, dijaga 24 jam, jd kita hrs menjaga hati bkn hanya waktu tertentu saja, dan spt pos penjaga mengawasi org yg masuk dan keluar area penjagaan, kita jg perlu mengawasi apa yg akan masuk ke dlm hati kita dan apa yg akan kita keluarkan dr hati kita. Pos penjaga jg sbg penjaga keamanan, hati kitapun hrs tetap dlm kondisi ‘aman’, tdk ada yg jahat boleh masuk ke dlmnya.

Apa yg hati kita hasilkan sebenarnya? Dari ayat ini kita mengerti bhw dr dlm hati kita akan keluar mata air (tôtsâ’âh) kehidupan yg jumlahnya banyak. Air sangat penting bagi kehidupan kita, isi hati kita itu jg sangat penting. Mata air akan memancar keluar saat ada tekanan yg cukup kuat menekan dr dlm tanah ke atas. Hati kita hrs kuat, tdk boleh lemah apalg hancur, spya mata air kehidupan ini bs memancar keluar.

Tdk mudah menjaga hati kita, apalg hrs setiap hr kita menjaganya. Jika kita berani jujur: sanggupkah kita menjaga hati kita seorg diri saja? Bknkah hati kita jg milik Tuhan, jd apa salahnya Tuhan ikut menjaga hati kita yg adalah milik-Nya jg? Org sombong selalu berkata dia mampu melakukan apapun seorg diri, dan ingatlah Tuhan membenci kesombongan manusia. Libatkan Tuhan juga

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.