Bertanya Pada Tuhan

DI 06082018

1 Samuel 8:6 KJV
But the thing displeased Samuel, when they said, Give us a king to judge us. And Samuel prayed unto the LORD.

  • Tapi hal itu tidak menyenangkan Samuel, ketika mereka berkata: “Berikan kami seorang raja untuk menghakimi kami.” Dan Samuel berdoa kepada Tuhan.

Kata ‘displease’ dlm bhsa aslinya adalah ‘yâra’ yg berarti menjadi gemetar. Jd Samuel bkn marah atau kesal tapi dia gemetar, ada rasa takutnya.

Yg menjd penyebab bangsa Israel meminta seorg utk menjd raja atas mrka ada 2 alasan, pertama krna anak-anak Samuel yg bertugas sbg hakim atas mrka melakukan tugasnya dg tdk benar, alasan kedua adalah krna bangsa Israel ingin meniru bangsa-bsngsa lain yg memiliki seorg raja, namun itu di pandangan Tuhan bknlah hal yg baik.

Respon Samuel sangat tepat yaitu mengembalikan segala sesuatunya pd Tuhan, dia tdk mengambil keputusan apapun, walaupun sbnarnya dia org yg sangat dihargai oleh bangsa Israel. Tdk menggunakan kesempatan utk menguntungkan dirinya sndri. Dlm situasi yg membuat dia gemetar, dia tdk langsung menuruti permintaan bangsa Israel, spt yg pernah Saul lakukan pd nantinya. Pelajaran yg kita peroleh adalah jgn mengambil keputusan spya menyenangkan bnyk org, sekalipun kita dlm keadaan terdesak dan disudutkan. Kembalikan semuanya pd otoritas Tuhan, krna Tuhanlah yg pegang kendali atas semuanya.

Apa yg sdg kita alami hari-hari ini? Mgkin kita dlm keadaan yg tdk baik, disudutkan utk segera mengambil sebuah keputusan penting, berdoalah kpd Tuhan, dan lakukan apa yg Tuhan perintahkan. Salah mengambil keputusan bs sangat merugikan kita, bahkan tdk menguntungkan bagi kepentingan bersama. Jgn ikuti emosi atau ketakutan kita, ada Tuhan yg selalu memberikan jwban yg terbaik. Beri waktu khusus utk berdoa, dengar suara Tuhan dg jelas. Tuhan selalu memberikan yg terbaik sekalipun tdk sesuai dg yg kita pikirkan, ikuti saja dan lihatlah bhw jwban Tuhan itu akan berdampak jauh ke masa depan

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.