Tipu Daya Kekayaan

DI 06092018

Matius 13:22 KJV
He also that received seed among the thorns is he that heareth the word; and the care of this world, and the deceitfulness of riches, choke the word, and he becometh unfruitful.

  • Dia juga yang menerima benih di antara semak duri adalah orang yang mendengar firman; dan perhatian akan dunia ini, dan tipu daya kekayaan, mencekik firman itu, dan orang itu menjadi tidak berbuah.

Mgkin bagi kita yg hidup di zaman ini pernah ‘tertipu’ melihat seorg wanita cantik yg ternyata seorg transgender atau waria, dan ternyata Yesus memgatakan bhw kekayaan itu mempunyai ‘tipu daya’ bagi org yg memilikinya.

Artinya kekayaan yg seseorg miliki bs menipu dan memperdaya dirinya, bgmna mgkin? Contoh: bagi pemegang kartu prioritas di sebuah bank, tersedia jalur antrian khusus yg tdk hrs mengantri spt pemegang kartu biasa. Selama kita terdaftar sbg pemegang kartu prioritas, kita mendpt layanan istimewa, ketika kita mulai menurun jumlah uang kita di bank, kita mgkin menjd pemegang kartu biasa dan hrs antri spt kebanyakan org. Jd bkn kitanya tp jumlah uang yg kita simpan di bank itu yg menentukan jenis kartu yg kita pegang.

Org yg tdk berpendidikan tinggi bs menjd konglomerat sementara karyawannya justru lulusan S1, S2. Uang bs menaikkan posisi kita, tp jg bs menurunkan posisi kita. Dulu kaya dihormati org, semua ingin berhubungan dg kita, saat kita hidup menderita, kbnykan menjauh dr kita.

Sadarkah kita bhw org memperlakukan kita sebagian besar krna faktor kekayaan yg kita miliki? Brand pakaian, sepatu, jam tangan yg kita pakai seringkali menjd bahan penilaian pemilik toko yg kita kunjungi, atau mgkin saat kita menghadiri sebuah pertemuan atau pesta. Kita bangga dihormati dan dikagumi, shga lupa bhw semuanya adalah tipu daya kekayaan semata.

Tipu daya kekayaan itu ‘mencekik’ firman yg kita dengar. Kekayaan sering membuat kita tdk bs punya waktu utk Tuhan dan melayani sesama. Kekayaan bahkan bs memperhamba kita

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.