DI 17092018
1 Samuel 25:42
- Kemudian berkemaslah Abigail dengan segera; ia menunggang keledainya, dengan diiringi lima orang pelayan perempuan. Ia mengikuti suruhan Daud itu dan menjadi isteri Daud.
Menarik sekali kalau kita belajar dr kisah hidup Abigail, seorg wanita yg disebut berparas cantik dan pny kemampuan pengertian yg baik, tp bersuamikan Nabal, seorg yg kasar dan perbuatannya jahat. Sptnya pasangan yg tdk sepadan, atau mgkin krna dg kekayaannya, Nabal berhasil memperistri Abigail.
Kisah dlm pasal ini berakhir dg terbunuhnya Nabal akibat serangan jantung dan ‘dipukul’ Tuhan (ay 37-38). Kemudian Abigail diperistri oleh Daud, keduanya sangat serasi, prianya org pilihan Tuhan, taat aturan, dikasihi Tuhan, yg wanita org yg cantik dan berhikmat. Mgkin kita berpikir, knpa tdk langsung saja Abigail ktmu Daud, mengapa hrs menikah dulu dg Nabal?
Pertanyaan yg mirip dg itu mgkin bnyk yg ditanyakan oleh bnyk org: “Knpa hrs diproses bgtu susah baru akhirnya diberkati Tuhan? Mengapa hrs ada penderitaan, kesulitan bahkan kesesakan? Kenapa hrs lewat masa kelam, miskin, tdk berdaya?”
Jwbannya cuma 1 yaitu semua adalah ketentuan Tuhan. Matinya Nabal sdkit bnyk ada campur tgn Tuhan, bkn sekedar Nabal sangat terkejut dg apa yg istrinya ceritakan ttg Daud. Jika Tuhan tdk menghendaki Daud mengambil Abigail, pasti Dia bcra.
Kualitas diri yg dimiliki Abigail mempesona Daud. Bkn cm krna cantiknya, tp hikmat yg dimilikinya itu membuat Daud tertarik krna sbg seorg raja pd saatnya nanti memerlukan pendamping yg berhikmat. Ini mengajar kita bkn cuma tampil bagus bagian ‘luar’ kita, tp jg yg di ‘dalam’ kita hrs lebih berkualitas. Ramah saja tdk cukup, hrs tulus dan bs membaca situasi. Pintar saja tdk cukup, tp hrs bs mengatur strategi dan melihat peluang yg ada hingga terjd terobosan dan mendpt solusi dr masalah yg ada. Mgkin kita skrg di posisi yg kurang baik, tp emas tetaplah emas, sekalipun dlm lumpur. Emas akhirnya di tempat mulia.