DI 02102018
Hakim-hakim 9:56
- Demikianlah Tuhan membalaskan kejahatan yang dilakukan oleh Abimelekh kepada ayahnya, yaitu pembunuhan atas ketujuh puluh saudaranya;
Zaman dahulu memang diperbolehkan seorg laki-laki beristri bnyk shga anak-anak yg dilahirkan jg bnyk. Namun pd kenyataannya bnyk terjd hal-hal buruk dlm keluarga yg poligami, bbrpa contohnya ada dlm Alkitab.
Dlm ayat ini ttg kisah 72 anak dr Yerubaal atau Gideon, Abimelekh yaitu salah satu anak dr Gideon, membunuh 70 saudara satu bapak hanya demi kekuasaan menjd raja di Sikhem. Bahkan kisah Abraham yg beristri Sara dan Hagar telah kita ketahui membuat bnyk peristiwa kelam dlm sejarah dunia. Anak-anak Daud jg saling berebut tahta dan saling bunuh.
Di zaman ini memang keKristenan tdk menganjurkan seorg pria utk berpoligami, tdk diketahui jelas sejak kpn, namun itu yg kita ketahui skrg ini. Tentu saja di tengah biaya hidup yg makin meningkat, hanya memiliki seorg istri dan sedikit anak menjd pilihan yg baik spya keluarga kita tetap terpelihara dan tdk berkekurangan. Selain itu grja merujuk pd Firman Tuhan ttg tdk diizinkannya perceraian dlm rumah tangga.
Seseorg mgkin sukses di ‘luar’ rumahnya, tp gagal dlm mengurus keluarganya. Tentu ini bkn hal yg baik. Tp sebaliknya, pikirkanlah: utk apa kita sukses mengurus keluarga? Spya org lain bs menikmati dan meneladani apa yg kita hasilkan dr kebahagiaan keluarga kita. Mengasihi Tuhan berarti jg mengasihi sesama. Jd kita hidup bkn hanya utk diri sndri dan keluarga kita saja, tp jg utk Tuhan dan sesama kita. Kekristenan tdk mengajar kita hidup eksklusif/menyendiri, tp membaur dg sdr seiman lainnya dan jg sesama manusia. Hidup yg sukses adalah hidup yg berdampak bagi bnyk org, bkn sekedar hidup bahagia. Jgn egois dan mementingkan diri sndri, kita tetap butuh org lain dlm hidup ini. Bergaullah dg sesama dan jadilah teladan satu sama lainnya. Jgn justru saling menyakiti dan menjatuhkan.
Setialah pd pasangan hidup yg Tuhan pilih.