Mati Adalah Keuntungan

DI 01112018

Filipi 1:21 KJV
For to me to live is Christ, and to die is gain.

  • Karena untuk aku, untuk hidup adalah Kristus, dan untuk mati adalah keuntungan

Pernyataan ini mgkin sdkit sulit dipahami, bnyk org takut saat menghadapi kematian, tp mengapa justru rasul Paulus mengganggap utk mati adalah keuntungan?

Kata keuntungan berkaitan dg dunia bisnis, maka kita aplikasikan pernyataan rasul Paulus ini dlm dunia bisnis. Keuntungan adalah hasil yg kita dptkan dr selisih antara modal dg nilai jual, modal 10 ribu kita jual 15 ribu, keuntungannya adalah 5 ribu. Hidup kita itulah ‘modal’ sekaligus yg kita miliki. Diri kita yaitu tubuh, jiwa dan roh diumpamakan sbg ‘produk’ yg Tuhan ciptakan. Produk unggulan biasanya dihasilkan melalui bbrpa proses penelitian dan pengujian, diproses spya menjd spt produk yg diinginkan dan pny kualitas baik. Itulah sebabnya mengapa kita mengalami bnyk proses dlm hidup ini, spya kita menjd ‘produk’ yg sempurna dan berkualitas.

Setelah proses selesai, kita spt ‘diupgrade’ dr keadaan sblumnya, ada hal baru, penambahan kemampuan, dsbnya. Utk apa kita diproses? Kasih itu pd Tuhan, diri sndri dan sesama. Artinya kita diciptakan, diproses, bkn utk jd ‘pajangan’, tp utk memberi bnyk manfaat buat sesama, bkn cm utk keluarga kita sndri.

Lalu keuntungannya apa?

Lukas 18:22
Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: “Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Keuntungannya adalah kita pny harta di surga, setelah kita mati, modal kita habis, apa yg dihasilkan dr hidup kita, akan menjd harta di surga. Rasul Paulus bertahan dlm penderitaan, krna dia tahu, selama masih hidup, dia bs melakukan kehendak Bapa, sbg upahnya adalah harta di surga. Utk apa kaya di dunia tp tdk kaya di surga? Selama kita hidup, upgrade trs diri kita, berikan bnyk manfaat.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.