Galau

DI 18062014

1 Raja-raja 19:4
Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: “Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.”

Kita semua pasti pernah ‘galau’, tak pandang apapun profesi, usia, rohaniwan atau jemaat, dsbnya. Sama spt stress, siapapun pernah mengalami kegalauan.

Nabi sekaliber Elia pun tercatat pernah galau saat mendengar ancaman Izebel. Elia kabur dan takut hingga meminta Tuhan utk mengambil nyawanya saja. Baru saja mengalahkan 800 lebih nabi para penyembah berhala, namun nyalinya ciut jg.

Mengapa kita hrs ‘heboh’ ketika melihat org lain sdg galau? Lalu kita mulai berkomentar bahkan menghakimi mrka: “Masa org selevel km jd galau, pake iman donk, ngajarin org spya kuat tapi sndrinya ternyata gtu. Jgn ngomong firman lg deh, lo aja gtu.”

Bljar dr cara Tuhan mengatasi kegalauan Elia, tdk menghakimi tp justru menguatkan, dan mencarikan solusi dr situasi yg dihadapi Elia. Org Kristen jgn mengasihi dg pura-pura, org lain tdk butuh penghakiman kita tp nasehat dan menanggung beban bersama.

Knpa bnyk dr pendeta yg ‘jatuh’? Krna mrka sulit utk ‘share’ dg org yg bs memahami mrka, jemaat berpandangan pendeta pasti pny solusi atau jalan keluar dr setiap masalah krna belajar Alkitab lebih dlm dr org lain. Akibatnya bnyk pendeta yg memendam galaunya hingga akhirnya stress berat dan jatuh dlm dosa.

Dokter jg bs sakit kanker walau ahli dlm bidang kesehatan. Selama msh namanya manusia, bs mengalami yg org lain alami. Jd jgn ‘lebay’ ketika tahu org lain galau, itu peristiwa sehari-hari. Bgmna kalau kita yg sdg galau diperlakukan ‘heboh’, bisa sakit hati, malu dan malah bs kecewa dg sdr seiman bahkan dg Tuhan. Jgn sesama Kristen saling ‘membunuh’ karakter sesama kita. Jadilah penghibur dan berikan motivasi utk membangkitkan semangat mrka.

Ketika saya galau, apa reaksi Anda?

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.