Bersyukur Itu Kehendak Tuhan

DI 09062026

1 Tesalonika 5:18 ILT3
Mengucap syukurlah dalam segala hal, karena inilah kehendak Elohim dalam HaMashiakh YESHUA bagi kamu.

Kadang kita berpikir bhw bersyukur itu satu kewajiban yg kita lakukan utk Tuhan, suatu perintah dlm Alkitab, tp kita lupa utk paham mengapa kita hrs bersyukur.

Ternyata bersyukur itu kehendak Tuhan, yg dlm bahasa sehari-hari, bersyukur itu suatu mau-Nya Tuhan, Dia senang kalau kita bisa bersyukur. Dlm ayat ini khususnya, kita hrs bersyukur dlm segala hal, bukan dlm semua keadaan. Kita terbiasa mengerti firman bhw bersyukur dlm segala keadaan: situasi yang baik atau buruk, suka dan duka, kuat serta lemah, dsbnya, pokoknya ya disuruh untuk bersyukur oleh Tuhan, ya hrs bersyukur. Tp ternyata Tuhan mau kita paham, bersyukur dgn dasar tahu apa yang disyukuri, bkn asal mengucap kata syukur. Tak tahu alasannya apa, pokoknya bersyukur saja, ini alasan yg (maaf) bodoh! Kita berjalan saja hrs sudah tahu mau jalan ke mana, ke restoran sudah tahu mau makan apa, maka seharusnya utk alasan knp kita bersyukur itu hrsnya sudah melewati perenungan panjang, bkn karena kebiasaan/ritual rohani.

Yusuf anak Yakub, tdk asal bersyukur, tetapi paham dasar apa yg membuatnya memilih utk bersyukur: “Maka sekarang, bukan kamu yg menyuruh aku ke sini, melainkan Elohim, dan Dia telah menempatkan aku sbg bapak bagi Firaun, tuan atas seluruh isi rumahnya, dan penguasa atas seluruh Tanah Mesir. (Kejadian 45:8 ILT3). Hal bgmna dia sampai ke tanah Mesir dan menyiapkan semuanya, dia tahu bhw Tuhanlah yg menyuruh, bukan semata akibat kejahatan para saudaranya. Kadang pikiran kita dangkal dan sempit, jika Tuhan menyembuhkan kita, apa tujuan Dia? Sekedar menyembuhkan? Kalau Tuhan dgn kehendak-Nya memberkati berlimpah, apa tujuan Dia? Supaya bs memenuhi yang kita butuhkan dan warisan anak cucu? Pasti ada yg lebih jauh dr itu! Yg kita syukuri cuma Dia sembuhkan dan memberkati berlimpah, ini bersyukur yg dangkal dan sempit!

Mengetahui tujuan Tuhan sehingga kita sdh atau sedang alami sesuatu, butuh satu wkt perenungan dan kadang baru kita tahu saat kita melihat kemuliaan Tuhan.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.