Dendam Membara

DI 14112018

2 Samuel 3:27

  • Ketika Abner kembali ke Hebron, maka Yoab membawanya sebentar ke samping di tengah-tengah pintu gerbang itu, seakan-akan hendak berbicara dengan dia dengan diam-diam; kemudian ditikamnyalah dia di sana pada perutnya, sehingga mati, membalas darah Asael, adiknya.

Dendam membuat Yoab membunuh Abner yg memang sblumnya telah membunuh Asael, adik Yoab. Betapa sangat mengerikan pengaruh dr dendam yg ada dlm hati seseorg.

Hukum dan budaya yg berlaku dlm hubungan antar manusia adalah ‘mata ganti mata, gigi ganti gigi’, ini membuka celah bagi setiap org utk berhak membalas, apakah itu membalas dendam atau membayar rugi dg mengganti sesuai yg dirugikan. Semenjak Kain membunuh Habel, adiknya sndri, maka dendam mulai bs merasuki hati setiap org yg merasa dirugikan dan tersakiti. Manusia menganggap membalaskan dendam sbg sesuatu yg adalah hak tiap org, bahkan membalas dendam dlm bbrpa budaya dinilai sbg sebuah bukti ‘bakti’ bagi org yg masih dlm hubungan sedarah. Misalnya anak membalas kematian orgtuanya yg mati dibunuh, jg dlm kisah ayat di atas, Yoab membunuh Abner demi kematian Asael, adiknya.

Bgmna Firman Tuhan menyikapi ttg dendam?

Imamat 19:18
Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.

Ulangan 32:35
Hak-Kulah dendam dan pembalasan, pada waktu kaki mereka goyang, sebab hari bencana bagi mereka telah dekat, akan segera datang apa yang telah disediakan bagi mereka.

Jd jelas bhw serahkanlah pembalasan pd Tuhan, jgn menyimpan dendam, justru kita hrs mengasihi pd siapa kita pernah menaruh dendam padanya. Bkn hal yg mudah membuang dendam dr hati kita, tp pikirkanlah dg tenang, dampak dr mendendam tdklah baik utk hidup kita. Jgn sampai dendam memancing kita akhirnya berbuat dosa yg justru mendtgkan murka Tuhan. Tinggallah dlm proteksi damai sejahtera dr Tuhan, berikan pengampunan sepenuhnya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.