Cuma Orang Biasa

DI 17012019

Amos 7:14

  • Jawab Amos kepada Amazia: “Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.

Penggolongan kitab Amos sbg bagian dr Alkitab yg ditulis oleh seorg ‘nabi kecil’ itu terjd saat pengkanonan Alkitab dan pembagian kitab-kitab menurut jenisnya. Kirab yg ditulis oleh nabi-nabi besar contohnya Yesaya, Yehezkiel, dsbnya.

Namun scra realita, Amos awalnya bknlah dr golongan nabi, dia hanya seorg gembala peternak domba di daerah Tekoa yg hidup di zaman raja-raja, sblum Israel masuk dlm pembuangan ke Babel. Mengapa sampai seorg gembala peternak domba yg dipakai Tuhan utk menyampaikan pesan Tuhan bagi bangsa Israel? Lalu di mana nabi-nabi yg hidup di zaman itu?

Ketika seorg nabi berkompromi dg dosa, takut kehilangan kedekatan dg penguasa, tamak dg harta, takut tersaingi dan kehilangan penghormatan dr bnyk org, maka segala cara dipakai utk tetap menjd kepercayaan raja. Contohnya adalah nabi Hananya dlm Yeremia 28, dia bernubuat palsu demi tetap dipercaya sbg nabi bagi bangsa Israel.

Zaman skrgpun ada hamba Tuhan yg spt nabi Hananya, menyampaikan sesuatu yg kedengarannya baik dan benar, tp ternyata dusta dan palsu. Ajaran-ajaran aneh yg memanipulasi ayat-ayat Firman Tuhan sdh bnyk bermunculan, pendeta saling mencela pendeta lainnya demi gelar ‘pendeta tidak sesat’. Tontonlah video di youtube misalnya, kita bs temukan pendeta mengkomentari khotbah pendeta lainnya, kelihatannya ingin mengkoreksi, tp sbnarnya ingin bikin sensasi dan berujung pd ingin bnyk ‘diundang’ sana sini. Semua kembali pd motivasi dlm melayani Tuhan.

Bersyukur di zaman ini semua org bs membc Alkitab, jd bs utk menguji khotbah yg didengar. Spt Amos, jemaat biasapun bs Tuhan pakai layaknya seorg nabi di zaman PL. Kita sdh bnyk temukan bnyk jemaat yg sdh dewasa rohaninya dan menjd penyampai pesan Tuhan bagi bnyk org. Yg terpenting adalah ketika Tuhan memilih kita, jgn kecewakan Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.