Adakah Kasih di Hidupmu?

DI 01072014

1 Korintus 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Jika seluruh komponen hidup ke-Kristenan digambarkan dlm sebuah diagram lingkaran berwarna (spt gambaran hasil survey) maka warna ‘kasih’ akan terlihat dominan dan menempati ruang terbesar dlm diagram lingkaran. Artinya kasih menjd fokus hidup ke-Kristenan. Disusul kemudian oleh pengharapan di bagian terbesar kedua dan iman sebagai ketiga terbesar. Maka ketika kita melihat hidup seorg Kristen maka yg akan sering terlihat jelas adalah: kasihnya, pengharapannya dan imannya.

Kasih terurai menjd 3 bagian : kasih pd Tuhan, kasih pd diri sndri dan kasih pd sesama. Kasih tdk terbatas pd perkataan tp nyata dlm perbuatan. Maka jika lebih difokuskan lg maka dlm hidup seorg Kristen hrs terlihat jelas kasihnya pd Tuhan.

Kasih beda dg balas jasa. Kita bs berterimakasih pd org yg membantu kita menperbaiki mesin mobil yg rusak di tengah perjalanan walau sblumnya tdk saling kenal. Kita bs ramah dan berteman pd akhirnya. Jika tdk ada insiden rusaknya mesin mobil, kita tdk akan berkenalan dg dia.

Renungkan, kita bersyukur dan berterimakasih pd Tuhan krna alasan apa? Krna Tuhan telah berbuat baik pd kita? Maaf, itu baru sekedar ‘balas jasa’. Kalau Tuhan blm menolong kita, bs bersyukur? Bahkan seandainya Tuhan tdk menolong apakah bs tetap bersyukur? Bersyukurlah krna kita tetap mengasihi Tuhan, apapun situasi yg kita hadapi.

Kasih dibangun krna sebuah hubungan, tanpa adanya hubungan, itu bkn kasih, tp sekedar belas kasihan. Kita bs menberi uang pd pengamen, tukang parkir, dsbnya, apakah itu sebuah tindakan kasih? Itu br sekedar berbuat baik dan balas jasa. Bgmna hubungan kita dg Tuhan?

Kasih tidak terbatasi oleh ruang dan waktu, kasih tdk berpatokan pd situasi yg sdg terjd, bahkan sekalipun kita dijahati, kita tetap bs mengasihinya. Kasih itu Tuhan sendiri, tinggal dlm kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.