Pura-Pura Tidak Lihat

DI 19032019

Ulangan 22:1

  • “Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu.

Menarik sekali membc ttg aturan Tuhan mengenai jika seseorg menemukan hewan ternak org yg dia kenal, hrs diurus hingga dikembalikan pd yg punya, dan tdk boleh menyembunyikan diri alias tdk pura-pura tdk tahu atau tdk lihat.

Menjaga milik sesama dlm wkt itu konteksnya sesama org Israel ternyata menjd sebuah kewajiban yg Tuhan atur sendiri. Ini sbg wujud kasih yg nyata dan tentunya sangat baik utk mempererat kekeluargaan di antara mrka. Nilai baiknya adalah kita hrs perduli dg apa yg terjd di depan kita, dlm hal ini ttg apa yg terjd dg milik org lain ketika org itu tdk ada di tempat atau tdk mengetahuinya. Kalau kita tahu, jgn justru menyembunyikan diri, tetapi berbuat sesuatu yg bermanfaat dan melindungi milik org lain hingga dikembalikan pd org itu.

Tuhan mengajar utk kita peduli dan memiliki hati yg lembut, tdk bersikap masa bodoh dan hanya mementingkan diri sndri. Perumpamaan ttg org Samaria yg menolong org yg kerampokan dan terluka, agaknya menjd gambaran dr kepedulian yg sesungguhnya (Lukas 10:30-37). Mata Tuhan melihat dan Tuhan menilai sikap dan perbuatan kita. Jika kita tahu sesuatu baik utk dilakukan tp tdk kita lakukan, maka itu menjd sebuah dosa. Pura-pura tdk tahu atau tdk lihat lalu sengaja menyembunyikan diri, pdhal bs utk menolong, ini bs menjd sebuah dosa. Jgn pernah kita menutup hati dan pikiran utk berbuat baik jika kita diberi kesempatan dan kita mampu. Jgn mengeraskan hati atau justru merencanakan yg jahat terhadap milik org lain. Kita org yg diberkati Tuhan, sepantasnyalah kita berbagi berkat, bkn justru menyebar kutuk di mana-mana. Berbuat kebaikan adalah ciri org yg mengasihi Tuhan dan sesama, tampilkan itu dlm kehidupan kita sehari-hari.

Jgn hitung untung ruginya, lakukanlah sbg bentuk ketaatan kita pd Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.