Hati Seorang Ayah

DI 21032019

2 Samuel 18:33

  • Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: “Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!”

Daud meratapi kematian anaknya, Absalom, walaupun dia melakukan pemberontakan dan ingin menjd raja atas Israel. Sekalipun anaknya berbuat dosa besar, sbg seorg ayah, Daud tetap mengasihi Absalom.

Hati seorg bapa atau ayah dlm budaya Israel punya nilai luhur yg lebih tinggi dibandingkan hati seorg ibu terhadap anaknya. Dlm budaya dan kepercayaan yg lain dikatakan bhw ‘surga ada di bwh telapak kaki ibu’, tapi dlm budaya bangsa Israel yg menjadikan seorg suami sbg kepala bagi isterinya, jadi ayah adalah kepala bagi ibu dr anak-anaknya, peran ayah jauh lebih ditekankan karena garis keturunan mengikuti garis keturunan dr ayah, bkn dr ibu. Satu ayat yg menguatkan hal ini adalah :

Maleakhi 4:5-6
Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.
Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Betapa sangat pentingnya keharmonisan hubungan antara ayah dg semua anaknya, dlm ayat di atas bahkan hubungan itu terkait dg murka Tuhan atas bumi ini. Itulah sebabnya iblis berusaha merusak hubungan ayah dg anaknya, ketika bnyk kejahatan terjd akibat sakit hati, dendam, pemberontakan anak terhadap bapanya, maka bumi tertimpa akibatnya, spt tanah yg menjd terkutuk akibat dosa Adam dan Hawa (Kejadian 3:17). Akhir zaman salah satunya ditandai dg murka Tuhan atas dosa manusia yg hidup di bumi, cawan murka Tuhan ditumpahkan ke bumi (Wahyu 16:1). Hati ayah dan hati anak hrs terkait dg kuatnya, tdk mudah terputus oleh hal apapun yg berusaha merusak keharmonisan keluarga di dlm Tuhan. Tuhan menjaga seluruh anggota keluarga kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.