DI 26032019
Lukas 9:54-55
Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
- Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
Yakobus dan Yohanes berpikir bhw kedekatan mrka dg Yesus dpt membuat mrka bertindak mewakili Yesus utk bertindak terhadap org-org Samaria, mrka berpikir bs bertindak spt nabi Elia yg menurunkan api dr langit.
Inilah ‘penyakit’ org-org yg merasa dekat dg Tuhan dan diberi bnyk karunia dan otoritas. Dlm pasal ini di ayat pertama memang mrka diberi kuasa dan otoritas utk mengusir setan dan menyembuhkan penyakit ketika mrka diutus Yesus masuk ke seluruh desa yg ada. Dari org biasa berubah menjd org yg pny kuasa dan otoritas, kalau rohaninya tdk dewasa dan kuat, akibatnya menjd sombong rohani dan ‘sok berkuasa’, merasa boleh mewakili Tuhan utk bertindak. Bnyk yg kita temui org-org spt itu di sekitar kita, bukan?
Hati yg tdk murni akan mendorong seseorg utk melepaskan kutuk terhadap org lain, apalg kalau dia memiliki karunia roh yg spektakuler, dg mudah bs menghakimi dan menjatuhkan hukuman terhadap org lain maupun sebuah tempat. Memiliki karunia roh bknlah bukti seseorg memiliki karakter dan kerohanian yg matang mnrut standart Tuhan. Karunia roh adalah pemberian Roh Kudus (1 Korintus 12:11). Membela Tuhan itu bkn hal yg baik krna Tuhan sanggup membela dirinya sndri. Apakah kita lebih bijaksana dr Tuhan shga kita boleh menasehati Dia?
Jgn cepat terbawa emosi dlm menyikapi sesuatu yg sdg terjd di hadapan kita. Jgn gunakan kuasa dan otoritas yg Tuhan beri secara sembarangan, meskipun terlihat itu sbg sesuatu yg pantas terjd. Yakobus dan Yohanes terbw emosi dan Tuhan Yesus menegur mrka krna apa yg mrka katakan. Bisa saja krna sentimen terhadap org-org Samaria yg memang scra sosial sbg warga kelas 2 setelah org Israel asli. Org yg levelnya rendah drpd kita bkn berarti boleh diperlakukan sewenang-wenang