Menjadi Porno

DI 01042019

Ibrani 12:16 KJV
Lest there be any fornicator, or profane person, as Esau, who for one morsel of meat sold his birthright.

  • Jangan sampai ada yang menjadi pezinah apapun, atau orang yang tidak senonoh sebagaimana Esau, yang untuk sebuah makanan yang lezat menjual hak kesulungannya.

Menarik sekali bgmna Esau dinilai oleh Tuhan dan generasi sesudahnya krna perbuatannya menjual hak kesulungannya dg sebuah mknan yg lezat.

Kita lihat dlm bhsa aslinya, kata ‘fornicator’ adalah ‘pornos’ yg pny arti pria yg melacurkan tubuhnya demi nafsu dan uang bayaran, dibayar utk memberi kesenangan seksual. Sedangkan kata ‘profane’ adalah ‘bebeĢ„los’ yg berarti biadab, duniawi.

Ternyata menjual hak kesulungan itu disamakan spt pria yg melacurkan dirinya dan org yg biadab serta duniawi. Tubuh setiap org memang diberi Tuhan gairah seksual, namun bgmna seseorg memperlakukan tubuhnya dlm hal seksual ini yg penting, apakah org itu lakukan sesuai dg hukum Tuhan dan norma yg berlaku di lingkungannya, ataukah melakukannya dg merendahkan harga dirinya dg memasang tarif sekian maka dia bs ‘disewa’ utk memuaskan nafsu org lain. Nilai hak kesulungan dijatuhkan sangat rendah oleh Esau senilai sebuah mknan yg lezat. Ini sebuah pelecehan atas ketentuan Tuhan krna Esau yg ditentukan sbg yg sulung tp justru dia sndri meremehkannya.

Apakah kita spt Esau yg menjd ‘porno’? Kita tdk menghormati ketentuan Tuhan dan melecehkan Dia dg tdk menghargai pemberian-Nya yg adalah bentuk kasih-Nya pd kita? Kalau kita memandang rendah karya Tuhan dlm hidup kita dan membandingkannya dg perbuatan baik manusia terhadap kita, Tuhan tdk sebaik org lain, maka kita sdh menjd ‘porno’. Jgn sampai kita pny pikiran bhw Tuhan wajib memelihara hidup kita, shga kita tdk mensyukuri pemeliharaan Tuhan atas kita, namanya kewajiban ya memang hrs dilakukan, apa nilai lebihnya, kan sdh bayar persepuluhan. Hati-hati kalau kita berpikir spt itu. Tuhan membenci Esau (Roma 9:13). Jgn jd org yg duniawi.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.