Siapa Yang Kita Ikuti

DI 24042019

Amsal 12:11 KJV
He that tilleth his land shall be satisfied with bread: but he that followeth vain persons is void of understanding.

  • Orang yang menggarap tanahnya akan dipuaskan dengan roti, tapi dia yang mengikuti orang sia-sia itu kosong pengertiannya.

Kita tentu akrab dg istilah ‘follower’ di dunia medsos, menfollow seseorg atau sesuatu bertujuan utk tahu apa ‘isi’ dari akun yg kita follow, apa saja postingannya, apakah ada info promo terbaru, kabar terbaru, dsbnya.

Tapi apa akibatnya jika yg kita follow adalah akun yg jarang sekali memposting, atau malah sering memposting hal-hal yg negatif? Baikkah dampaknya bagi kita?

Setiap kita perlu org yg bs kita ikuti dan dijadikan contoh utk minimal kita tiru atau belajar sesuatu darinya. Ayat di atas mengajar kita bhw ada kaitan antara kesia-siaan dan kosong pengertian. Artinya kalau kita ini tdk memiliki pengertian yg baik, maka kita akan menfollowing atau mengikuti org yg hidupnya sia-sia. Misalnya saja jika kita mengikuti seseorg yg suka bergosip, sibuk mencari kesalahan org, tdk menciptakan suasana damai, malas bekerja, bcra sembarangan, dsbnya, maka kita akan menjd ‘tiruan’ dr org itu dlm bbrpa wkt ke dpn. Test saja dg hal sederhana: bknkah komentar kita ttg politik itu sama persis dg apa yg politikus yg kita percayai katakan, bukan? Kalimatnya mirip dan cara pikirnya jg mirip.

Siapa yg ingin kita contohi dan teladani, pilihlah dg pengertian yg benar, apakah org itu bs membuat kita lebih cerdas, terampil, tambah pengetahuan, dsbnya. Menjadikan seseorg teladan bagi kita berbeda dg menjadikan seseorg sbg idola bagi kita. Kita mengidolakan artis krna karyanya, tp utk menjadikan dia teladan, butuh kajian lebih dlm, teliti dulu karakternya, integritas dirinya dan kerohaniannya. Salah meneladani org berarti membuat kualitas diri kita jd turun, bahkan bs jd hidup kita menjd rusak karenanya. Pilihlah org yg berkualitas dan tahan uji, jgn yg hidupnya menuju kehancuran.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.