Penuh Ketakutan

DI 11062019

Mazmur 52:7 KJV
Lo, this is the man that made not God his strength; but trusted in the abundance of his riches, and strengthened himself in his wickedness.

  • Lihat, inilah orang yang tidak menjadikan Tuhan kekuatannya, tapi percaya di dalam kelimpahan kekayaannya, dan memperkuat dirinya di dalam kefasikannya.

Mazmur ini ditulis Daud mengenai seorg yg bernama Doeg, pengawas gembala-gembala Saul, seorg Edom, yg mengabarkan dirinya ada di tempat Ahimelekh pd Saul ketika dia lari dr pengejaran Saul.

Doeg digambarkan sbg seorg yg berlimpah kekayaannya namun fasik. Kekuatannya berdasarkan kekayaannya, bkn mengandalkan Tuhan. Menarik sekali ketika kita melihat arti nama Doeg yaitu ‘penuh ketakutan’.

Mengapa seseorg bgtu rakus mengumpulkan harta, mgkin inilah alasannya yaitu krna dia penuh ketakutan dlm hidupnya. Dia tdk percaya pd Tuhan, krna itu dia mempercayakan semuanya pd hartanya, dg harta dia bs ‘membayar’ org lain utk berbuat sesuatu, mengumpulkan bnyk teman, bs hidup semau dirinya krna hartanya bnyk. Jika hartanya lenyap, lenyap jg kekuatan dirinya, harta bertambah maka dia merasa makin kuat dan membanggakan dirinya.

Bkn hanya kaya, tp hidup sbg org fasik. Krna tdk percaya Tuhan, seseorg menentukan hukum buatannya sndri. Dg kekayaannya, dia memiliki kuasa, dg kekuasaan itu dia bertindak semena-mena bahkan melakukan hal yg jahat. Tdk percaya pd Tuhan bkn sekedar masalah keyakinan, tp meluas hingga masalah gaya hidup dan karakter seseorg. Harta bs membuat org lupa diri, bertindak jahat, tp jg harta bs membantu org utk bnyk berbuat kebaikan dan membangun persahabatan. Jd semuanya bergantung pd karakter org yg memiliki harta tersebut, ada saling mempengaruhi antara harta dan pemiliknya.

Kuat scra finansial itu baik utk kehidupan di dunia fana ini, tp kuat scra rohani itu baik utk kehidupan kekal nanti.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.