Seri Pelajaran Berkat: Murni Hati (Bagian 6)

Bagian 6: Murni Hati

Matius 5:8 NKJV
Blessed are the pure in heart, For they shall see God.

Diberkatilah yang murni di dalam hati, karena mereka akan melihat Tuhan.

Bisakah manusia melihat Tuhan? Mungkin hanya Adam dan Hawa saja yang dengan mata jasmaninya bisa melihat Tuhan sebelum mereka akhirnya berdosa. Setelah itu hanya atas seizin Tuhan saja manusia bisa melihat Tuhan dengan mata jasmani, itupun hanya dalam hitungan waktu, sebagian lagi melihat Tuhan lewat mimpi.

Apa yang dimaksud Tuhan Yesus dengan ayat ini mengenai melihat Tuhan? Tentunya jangan kita persempit dengan meliihat Tuhan melalui mata jasmani atau mimpi, namum kita coba lihat beberapa ayat pendukungnya.

Kejadian 32:30 NKJV
So Jacob called the name of the place Peniel: “For I have seen God face to face, and my life is preserved.”

Jadi Yakub menamai tempat itu Peniel: “Karena aku telah melihat Tuhan dan hidupku dipelihara.”

Yakub tidak menyadari seorang laki-laki yang bergulat dengan dia ternyata adalah Tuhan sendiri. Yakub tidak meminta untuk bisa melihat Tuhan, inisiatif Tuhan sendirilah yang akhirnya Yakub bisa melihat Tuhan. Jadi bukan karena usaha Yakub, tapi kehendak Tuhan sendiri.

Perhatikan bahwa setiap kali Tuhan membiarkan diri-Nya dilihat manusia pasti karena sebuah alasan dan untuk sebuah tujuan baik.

Banyak kesaksian tentang para pendosa yang mungkin sangat banyak dan jahat dosanya dalam sebuah keputus asaan justru ditemui Tuhan dan secara mata jasmani bisa melihat Tuhan. Jadi ketika hatinya berbalik pada Tuhan dan ada niat sungguh untuk bertobat, hatinya yang jahat mulai perlahan-lahan dimurnikan.

Jadi apa itu hati yang murni?

Kata ‘pure’ ternyata digunakan untuk proses pemurnian emas. Unsur logam selain emas akan terlepas dari emas iti setelah dipanaskan dalam suhu tinggi tertentu dan jangka waktu tertentu sehingga hanya ada unsur emas yang tertinggal. Emas murni tanpa tercampur logam lainnya.

Yakobus 4:8 NKJV
Draw near to God and He will draw near to you. Cleanse your hands, you sinners; and purify your hearts, you double-minded.

Mendekatlah pada Tuhan dan Dia akan mendekat padamu. Bersihkan tangan-tangan kalian, kalian para pendosa, dan murnikan hati kalian, kalian yang berpikiran ganda/mendua hati.

Hati yang tidak murni ternyata berhubungan dengan pikiran dan hati yang ‘bercabang’ atau mendua. Ini seperti 2 orang yang ada dalam sebuah perahu dayung, yang satu mau ke timur, satunya lagi ke barat, akibatnya mereka mendayung sesuai arah yang mereka mau, keduanya hanya akan berada di tempat semula dan kehabisan tenaga.

Mengapa hubungan pria dan wanita dewasa harus diresmikan dalam sebuah pernikahan? Supaya mereka saling mengikat diri dan berjalan searah sesuai visi yang sudah disepakati. Tidak ‘liar’ dan semaunya sendiri. Harus sevisi dan sehati.

Pikiran yang ‘dobel atau bercabang’ hanya membuat pikiran jadi arena pertempuran 2 dasar pemikiran. Pikiran yang sesuai Firman Tuhan melawan pikiran pembenaran diri sendiri. Satu sisi ingin berbuat baik dan benar, sisi lainnya ingin berbuat sebaliknya. Kalau kita tunduk pada Tuhan, kita bisa kendalikan pikiran yang berdasar pada pembenaran diri sendiri. Firman Tuhanlah yang kita lakukan, bukan apa yang benar menurut pertimbangan kita sendiri.

Mendua hati berarti menyenangi 2 pihak yang keduanya menuntut mengasihi secara total. Orang yang berselingkuh mungkin bisa menggambarkan keadaan mendua hati. Atau orang yang memakai 2 standart yang berbeda, mana yang benar? Cinta Tuhan Yesus tapi juga percaya paranormal? Rajin ke gereja tapi juga rajin main judi? Biasanya orang seperti ini kita kenal sebagai orang munafik, lain di mulut lain di hati.

Jangan biarkan selain Tuhan dan Firman-Nya yang menjadi pedoman hidup kita, hikmat dunia harus ‘disaring/difilter’, mana yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan dan mana yang bertentangan. Seperti emas murni, hati kita harus ‘lepas’ dari unsur-unsur duniawi yang arahnya adalah dosa dan kebinasaan. Pemurnian hati adalah sebuah proses, butuh waktu dan kerelaan kita.

I Timotius 1:5 NKJV
Now the purpose of the commandment is love from a pure heart, from a good conscience, and from sincere faith,

Sekarang tujuan dari perintah itu adalah kasih dari sebuah hati yang murni, dari sebuah hati nurani yang baik, dan dari iman yang tulus.

Ternyata hati yang murni menghasilkan kasih, kita bisa mengasihi karena hati kita murni. Bukan karena nafsu dan niat yang terselubung, kasih yang tidak menuntut balasan, kasih yang sesuai standart kasih Tuhan.

Jika kita gabungkan kedua pengertian ini dalam ayat bacaan kita maka menjadi demikian :

“Diberkatilah yang tidak berpikiran ganda/mendua hati dan menghasilkan kasih dari hatinya yang murni, karena mereka akan melihat Tuhan.”

Semua orang pasti akan melihat Tuhan. Kapan? Saat penghakiman terakhir tahta putih, juga ketika kita meninggal dalam kesetiaan iman pada Kristus, kita akan melihat Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati !!

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.