Jaga Kesatuan Tubuh Kristus

DI 08072014

Lukas 9:46 NKJV
Then a dispute arose among them as to which of them would be greatest.

Kemudian sebuah perselisihan/percekcokan timbul di antara mereka mengenai siapa dari mereka akan jadi yang terbesar.

12 murid cekcok ttg siapa yg terbesar di antara mereka pdhal Yesus ada di antara mereka. Dan Yesus tahu isi hati mereka dan memberi jawaban yg meredakan perselisihan yg terjd.

Besok 9 Juli 2014 kita akan memilih Presiden dan Wakil Presiden utk periode 2014-2019. Disebutkan tahun ini tahun politik dan pd kenyataannya ada sebagian hamba Tuhan (gembala jemaat) yg terang-terangan mengajak jemaat utk memilih Capres-Cawapres tertentu. Kalau sekedar pendapat pribadi ‘di bawah’ mimbar mgkin tdk jd masalah, namun ketika disampaikan di ‘atas’ mimbar disertai dg surat/pengumuman di warta jemaatnya, ini sdh menjd ‘kampanye’ yg bercover ‘khotbah’. Khotbah tp isinya kampanye.

Jgn krna Pilpres ini kita sbg kesatuan tubuh Kristus menjd cekcok dan berselisih. Hormati dan hargai pilihan masing-masing, mau nomor 1 atau 2, pilihlah setelah mempertimbangkan input yg ada dan setelah berdoa sblum menentukan pilihan. Mengajak org lain utk memilih sama dg kita itu sah saja, tp jgn memaksa.

Bangga dgn gereja, yayasan atau ministry di mana kita berjemaat dan bertumbuh itu wajar, tp jgn menganggap diri kita dan institusi rohani kitalah yg ‘terbesar’. Apa gunanya membanggakan semuanya itu? Apakah gereja kita, pendeta kita, komsel atau cool kita, bahkan pelayanan kitalah yg menghantar kita masuk ke surga? Masuk surga itu urusan personal tiap pribadi org percaya. Bgmna dia hidup di dunia itulah yg menentukan dia nanti masuk surga atau tidak.

Bersyukur jika gereja, pendeta, komsel atau pelayanan kita dipakai Tuhan scra luar biasa, itu anugerah, bkn prestasi. Malaikat jauh lebih hebat melakukannya dibandingkan kita. Jgn sombong dan memandang rendah tubuh Kristus yg tdk se-komunitas dg kita. Saling bergandeng tangan & sehati.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.