Mengenal Suara Tuhan

DI 21062019

Yohanes 10:5

  • Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

Domba mengenal gembalanya bkn dari wajah atau wujud fisik gembalanya, tapi dari suara si gembala. Kita mgkin pernah menonton video ttg uji coba bbrpa org utk menggembalakan domba-domba dg suara masing-masing, hasilnya memang para domba tdk bereaksi sama sekali mendengar suara mrka. Namun ketika sang gembala yg sebenarnya mulai bersuara, para domba mulai bereaksi mengikuti instruksi si gembala tadi.

Ini gambaran ttg kita dg Tuhan, seharusnya kita tdk bereaksi dg ‘suara’ lain selain suara Tuhan. Suara Tuhan bs kita temukan melalui firman Tuhan yg tertulis yaitu Alkitab, kemudian jg melalui suara hati nurani yg jernih dan murni, dan bbrpa org diberi anugerah khusus utk mendengar scra ‘audible’ spt mendengar suara manusia scra fisik. Yang dr Tuhan pasti selalu yg mendtgkan kebaikan utk kita. Ini yg perlu kita pahami krna bnyk suara yg bkn suara Tuhan.

Bgmna sang gembala memperlakukan domba gembalaannya, membuat domba itu merasa nyaman, aman, terlindungi shga mau menuruti suara si gembala. Bgmna hubungan kita dg Tuhan? Apakah kita mengalami kebaikan-Nya? Jgn menjauh dr Tuhan krna kita mgkin akan tersesat. Jgn dengarkan ‘suara asing’, suara yg menyarankan apapun yg bkn dr Tuhan asalnya. Mgkin kedengarannya baik, tp hasilnya blm tentu baik jg utk kita ke dpnnya.

Tuhan itu Gembala yang baik, membimbing kita ke air yg tenang dan menyegarkan jiwa kita. Turuti penggembalaan-Nya, jgn melawan atau memakai pola pikir kita yg jauh dr sempurna. Digembalakan Tuhan, kita pasti mencapai tujuan hidup kita dlm keadaan yg baik. Perlu ketaatan dan kerelaan, tdk memberontak dan melawan, tp ikuti suara Tuhan yg menggembalakan kita, perhatikan ‘tongkat penggembalaan’ Tuhan, pahami apa mau-Nya Tuhan, kita pasti menikmati hidup yg baik.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.