Jangan Mengupayakan Perceraian

DI 06052026

1 Korintus 7:27 ILT3
Adakah engkau terikat dengan seorang istri? Janganlah mengupayakan perceraian! Adakah engkau bebas dari seorang istri? Janganlah mencari seorang istri!

Tuhan tdk menginginkan perceraian terjd pd setiap pasangan yg terikat pernikahan, jadi ini bkn soal boleh atau tdk bercerai, tp bgmna setiap org mengerti maksud-Nya.

Hal utama yg hrs kita sadari ialah kenapa kita memutuskan utk menikah? Di dalam Tuhan, ketika memilih utk menikah, maka hrs paham resiko dan syaratnya, tdk boleh utk bercerai! Menikah itu mengikat diri dg pasangan yg dinikahi. Kalau melanggar itu tentu resiko hrs ditanggung. Bgmna kalau ternyata pasangan yg kita nikahi itu orang yg kemudian menyakiti kita, mgkin secara fisik, verbal maupun mental? Ada jg orang yg tergoda lawan jenis yg lain, mulai coba berpikir bgmna bs menikah, tentu ini perlu bercerai dgn pasangan yg sekarang. Pada zaman ini, perceraian dianggap hal biasa, karena pd realitanya, org dgn keyakinan yg berbeda, menurut aturan mereka, boleh & sah utk bercerai. Masalahnya, ada aturan Tuhan ttg perceraian.

Jangan mengupayakan utk bercerai, arti sederhananya, dlm pikiran sudah ada niat utk bercerai. Penyebab niat ini timbul bisa beragam: ada yg katanya sudah tak cinta lagi, pernikahan hambar, spt dlm neraka, atau karena perselingkuhan berujung ada kehamilan, dituntut bertanggung jawab, & alasan lainnya. Jadi yg perlu diwaspadai ialah ketika mulai muncul benih pikiran yg mengarah pd perceraian. Lalu bgmna jika kasusnya karena ada KDRT level berat yg terjd dan bs mengakibatkan kematian? Di dlm keadaan apapun, jgn mengupayakan perceraian, mengalami KDRT sebaiknya ia utk sementara waktu tdk serumah dengan pasangannya. Hal ini memang tidak dapat diakhiri hanya berpisah sementara waktu karena masalah nyawa. Tp di sisi lain, ada pasangan yg bertahan tdk berpisah, tetapi pasangannya akhirnya bertobat.

Jgn mengupayakan perceraian, apapun itu kondisinya, berhikmat dlm menyikapi hal masalah yg terjd dlm pernikahan, selama bs dicarikan solusinya, berdoalah supaya Tuhan menunjukkannya.

This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.