DI 12072014
Kisah Para Rasul 5:29 NKJV
But Peter and the other apostles answered and said: “We ought to obey God rather than men.
Tapi Petrus dan rasul-rasul lain menjawab dan berkata: “Kami seharusnya taat pada Tuhan daripada manusia.”
Dlm bnyk situasi kita diperhadapkan pd sebuah pilihan sulit: taat pada Tuhan atau manusia, misalkan dlm pekerjaan membuat laporan pajak, atasan menyuruh kita membuat 2 pembukuan yg isinya berbeda, kita sbg bawahan hrs taat, tp di sisi lain kita tahu itu bertentangan dg kebenaran Firman Tuhan.
Kisah saat para rasul ‘ditekan’ utk tdk mengajar ttg Yesus dan Injil, mrka memilih utk tdk tunduk pd tekanan walau itu taruhannya nyawa mrka. Apa yg menyebabkan mrka bs bersikap demikian? Penyertaan Tuhan nyata atas mereka.
Pd batas realita ada kalanya org tua, atasan/peminpin, pasangan hidup bahkan para lawan kita, menyuruh kita melakukan hal yg jelas-jelas salah dan bertentangan dg kebenaran Firman Tuhan serta iman kita. Tetaplah berdiri dan bertindak atas dasar kebenaran Tuhan. Pasti ada resikonya, bahkan nyawa taruhannya, Tuhan perhitungkan kesetiaan kita. Mgkin kita kehilangan sesuatu krna sikap kita, org anggap kita ‘terlalu lurus dan polos’, namun kita tdk kehilangan perkenanan Tuhan dan kepercayaan dr Tuhan. Tuhan lihat semuanya dan ada ‘upah/reward’ yg kita terima sbg hasil ketaatan kita.
Mudah dibaca tp sulit dilakukan apalg ketika kita sdg mengalaminya. Kalau kita mengasihi Tuhan, kita ingin Dia disenangkan. Tetap pilihan di tangan kita. Taat pd manusia kita dpt balasan dr manusia, taat pd Tuhan kita dpt balasan dr Tuhan. Bisa saja itu ujian ttg integritas dan kesetiaan, hanya ingin tahu apakah kita org yg bs dipercaya atau tdk, karenanya jgn salah bersikap: taatlah pd Tuhan lebih dr taat kita pd manusia. Ketika kita lebih taat pd Tuhan, Dia membela kita dan kita mengalami ‘promosi’ Tuhan, dipercaya mengelola sesuatu yg lebih besar dr sblumnya.
Tuhan menyertai kita semua.