Karena Nama Yesus

DI 14072014

Kisah Para Rasul 5:41 NKJV
So they departed from the presence of the council, rejoicing that they were counted worthy to suffer shame for His name.

Kemudian mereka berangkat dari hadapan dewan itu, bersukacita bahwa mereka terhitung layak untuk menderita malu/hina karena nama-Nya.

Jika pertanyaan ini ditujukan pd kita: “Banggakah kita sebagai umat Tuhan Yesus Kristus?”, apa jwban kita?

Kedua rasul bersukacita krna mereka mengalami penghinaan/dipermalukan oleh krna nama Yesus. Sebagian org pd zaman itu menganggap pengajaran ttg  Yesus sbg sebuah ‘ancaman’ bagi reputasi mrka, shga mrka takut semakin bnyk org yg percaya pd Injil Kristus melalui pengajaran para rasul.

Tdk dpt dipungkiri kehadiran org Kristen yg hidupnya sungguh-sungguh pd Tuhan menjadi ‘berkat’ bagi bnyk org, tp tdk sdkit jg org yg menganggap org Kristen sbg sebuah ‘ancaman’ krna takut reputasi mrka hilang dan bnyk org yg akhirnya percaya pd Yesus. Berita ttg ‘pembatasan gereja’ hingga pembakaran gereja sdh bnyk terjd. Juga kisah perorangan, misalnya dihambat jenjang karirnya krna dia adalah Kristen, dan masih bnyk kisah lainnya.

Melakukan apa yg justru benar di zaman ini bs mendpt respon yg justru ‘negatif’. Kita jujur dan taat aturan malah dianggap sbg org yg menghalangi org lain mendptkan apa yg diincarnya. Melakukan tindakan kasih sbg org Kristen kadangkala dianggap sbg sebuah tindakan ‘ada udang di balik batu’, dicurigai bahkan ditolak.

Kalau Yesus saja ‘menderita’ bnyk penolakan, kitapun pasti suatu saat akan jg mengalaminya dan kita hrs bersukacita karenanya? Knp bkn marah atau sedih? Krna kita ‘di-identik-kan’ sama dg Yesus, artinya org lain melihat perbuatan kita spt melihat perbuatan Yesus, ada ‘kemiripan’ karakter.

Kita pasti bangga kalau org bnyk bilang bhw kita bkn hanya mirip wajah dg org tua kita tp juga ‘mirip’ kelakuan dan sifat baiknya dg orgtua kita. Itulah makna ‘identik’ yaitu tingkat kesamaannya cukup tinggi.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.