DI 15072014
Lukas 20:39-40
Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”
Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
Org Saduki bertanya pd Yesus, saat itu para ahli Taurat terbagi dlm 3 golongan: yg menentang Yesus, yg percaya pd Yesus namun tdk berani mengakuinya di dpn org bnyk dan mrka yg percaya pd Yesus scra terang-terangan.
Mgkin dulu timbul keraguan, dan kini telah yakin, maka para ahli Taurat yg percaya pd Yesus melakukan sebuah langkah yg benar : tdk lg berani bertanya pd Yesus.
Itulah salah satu sisi ttg iman, selain percaya dan tdk ragu, kitapun hrs ‘tdk berani lg bertanya’ pd Tuhan. Apa maknanya? Itulah penyerahan diri total: yakin apapun yg Tuhan lalukan dan katakan itu benar dan baik utk kita.
Bertanya dlm artian ‘berdebat’ dg Tuhan adalah bukti percaya kita tdk total, ‘double minded’ atau pikiran bercabang, egois dan ada rasa takut. Jgn kita berikan Tuhan sebuah ‘syarat’ spya kita percaya, itu bukti keraguan kita.
Sekian bnyk pertanyaan dlm benak dan pikiran kita: mengapa, kapan, jadi bgmna, tak ada cara lain, dsbnya, tdklah membawa kita makin dekat dg penyelesaian masalah. Itu hanya membuat kita ‘berputar-putar’ dan ketika lelah baru kita sadar bhw kita msh ada di situ-situ jg. Lebih baik siapkan diri kita dengar suara Tuhan, ketika Dia bcra, dengarkan, dan lakukan apa yg Dia perintahkan, tanpa hrs bertanya mengapa disuruh Tuhan melakukan itu, saat kita taat dan melakukannya dan hasilnya mulai terlihat, kita baru mengerti dan memahaminya.
Tdk ada sesuatupun dlm diri Tuhan yg patut diragukan. Tuhan mengasihi kita, Dia rencanakan masa depan yg baik bagi kita, sekalipun ‘gelap dan seram’ di sekeliling kita, bersama Tuhan kita bisa melewatinya. Jgn merasa Tuhan jauh atau diam, Dia sdg memperhatikan kita. Dia sdg melatih kita utk jd berani, kalahkan ketakutan yg menguasai kita. Dia sdg ajarkan kita sebuah keterampilan baru, memunculkan potensi.