Jalan Kematian

DI 09072019

Amsal 14:12 KJV
There is a way which seemeth right unto a man, but the end thereof are the ways of death.

  • Ada jalan yang terlihat benar pada seorang manusia, tapi akhir darinya adalah jalan-jalan kematian.

Jalan adalah sesuatu yg kita lintasi di atasnya menuju ke sebuah tempat. Salah menempuh jalan maka kita akan tiba di tempat yg bkn ingin kita tuju, kita kesasar bahkan tersesat.

Dlm ayat ini dikatakan mengenai jalan-jalan yg ujungnya atau akhirnya adalah kematian. Jd tdk langsung sampai ke kematian, krna ada bnyk hal yg dilalui sblum pd akhirnya adalah kematian yg terlihat. Ayat ini memperingatkan kita bhw awal dr jalan kematian ini terlihat spt jln yg benar, artinya mirip dg jln yg benar, pdhal bukan. Spt kita yg kadang merasa benar melewati sebuah jln berdasarkan patokan ada gedung ini atau itu, pdhal di jln yg lain jg ada gedung yg sama.

Dulu mgkin jalanan tdk spt skrg yg sdh diberi nama shga kemungkinan kesasar jd lebih kecil. Kita sbg org percaya patut bersyukur krna kita sdh memiliki jalan yg sdh diberi nama yaitu : Jalan, kebenaran dan hidup, Dialah Yesus (Yohanes 14:6). Yesus membw kita bkn pd kematian tapi pd kehidupan. Sdgkan jln kematian awalnya mirip dg jln yg menuju kehidupan, bnyk org yg tertipu lalu berjalan di jalan itu. Spt seorg yg ingin kaya, mengikuti jln yg iblis tawarkan, bs kaya dg cepat namun hrs membayar tumbalnya: umur jd pendek, anggota keluarga ada yg meninggal, dsbnya. Sdgkan jalan yg Tuhan tawarkan memang panjang dan berliku-liku, tp pasti sampai pd hidup berkelimpahan tanpa adanya tumbal apapun.

Apakah di dpn kita ada bnyk jalan yg terlihat? Mana yg hrs kita pilih dan jalani? Jgn salah memilih jalan, ingat bhw di dlm Yesus kita menemukan jalan yg benar, Dia berikan firman-Nya sbg rambu-rambu di jalan yg Dia tunjukkan. Ikuti dan patuhi rambu-Nya, maka kita akan sampai di tujuan hidup yg mulia, tdk kesasar ataupun tersesat, tdk menuju pd kematian.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.