DI 22082019
Roma 12:14
- Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
Memang nasehat ini tdk sejalan dg logika manusia, kalau kita bersikap lunak, bukankah kita akan semakin dianiaya? Kalau kita bersikap baik, bknkah kita semakin direndahkan?
Hal yg perlu kita hindari adalah kehilangan kendali atas diri kita, ketika hati dan pikiran kita mulai dikuasai oleh emosi yg meledak-ledak, maka kasih yg kita miliki itu spt sengaja kita ‘padamkan’, yg ada adalah hukum kedagingan, balas yg jahat dg yg lebih jahat. Tdk boleh kalah di mata bnyk org dan jgn sampai dipermalukan di dpn umum. Ini pikiran manusiawi kita, tp Tuhan tdk ingin kita spt itu, justru Dia ingin kita memberkati. Knp?
Org yg bs memberkati pasti pikiran dan hatinya itu murni dan jernih, tdk menaruh dendam dan bs memahami situasi yg sdg org lain alami. Knp org lain menganiaya kita, pasti ada sebabnya. Apakah krna iman kita pd Kristus? Apakah krna kita berbuat baik? Apakah mgkin kita berbuat salah? Mengutuk itu bkn bagian dr kasih, kasih tdk mengharapkan org lain mengalami hal yg buruk, kasih itu tdk membenci, kasih itu mengampuni.
Berkatilah krna itu membuktikan ada Tuhan dlm diri kita. Dialah Sumber Berkat. Kalau kita mengutuk, berarti tdk ada kasih Tuhan di dlm diri kita. Bgmna jika org yg menganiaya kita itu sbnarnya dipakai Tuhan utk menguji kita? Kalau kita mengutukinya dan mrka tdk pantas dikutuki, maka kutuk itu akan kembali pd kita, justru kitalah nantinya yg akan mengalami kutuk ini. Jd lebih baik memberkati mrka, jika mrka tdk pantas diberkati mnrut Tuhan, maka berkat itu akan kembali pd kita. Taati firman Tuhan krna itulah yg terbaik bagi hidup kita.