DI 21072014
Lukas 10:30
Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
Siapa yg ingin dirampok dan mengalami keadaan ‘setengah mati’? Pasti tdk ada yg sengaja mengingini hal itu.
Yg seseorg alami seringkali bkn 100% dr kesalahan org itu, spt dlm berkendaraan, mgkin dia sdh benar mengendarai kendaraannya namun pengendara lain ‘ugal-ugalan’ dan akhirnya menghantam kendaraan kita. Karena org lain kurang hati-hati memakai kompor gas, terjd kebakaran yg akhirnya menghanguskan ratusan rumah lainnya.
Apa yg seseorg alami, kita cenderung menilai itu salahnya sndri, pdhal mgkin dia sndri tdk salah, namun terkena dampak krna perbuatan negatif org lainnya, bgmna sikap hati kita melihat keadaan itu?
Sebagian org akan jd ‘pembedah kasus’, cari tahu knpa bs terjd, tp berhenti cuma sampai di situ. Sebagian lg hanya mengomentari dlm hati atau jg langsung mengatakannya tapi jg tdk berbuat apa-apa.
Kalau kita percaya bhw dlm hidup kita tdk ada yg kebetulan, berarti kita tahu pasti ada sesuatu ketika kita mengetahui keadaan seseorg, Tuhan sengaja membiarkan kita mengetahuinya. Spt dlm Matius 25, Tuhan izinkan kita bertemu dg org yg lapar, haus, telanjang, sakit, dlm penjara dan yg butuh tumpangan. Yg Tuhan lihat sikap hati kita, apakah hati kita ‘bereaksi’ melihat kebutuhan org lain atau kita sengaja menutup mata dan telinga dan pergi bgtu saja. Atau kita menyembunyikan tangan kita dan bersikap pura-pura tdk tahu.
Yesus tdk menutup mata ketika tahu lebih dr 5000 org sdg kelaparan krna seharian mengikuti Dia. Yesus berusaha menghilangkan kelaparan mrka walau apa yg masih ada tdklah cukup utk org sebanyak itu. Yesus beri mrka makan sampai kenyang.
Kadang kita spt ‘imam dan org Lewi’ dlm kisah ini, org yg setiap hr ‘bertemu Tuhan’ tp tdk pny kasih.