Bekerja Dengan Kepenuhan Roh

DI 02092019

Keluaran 35:31 KJV
And he hath filled him with the spirit of God, in wisdom, in understanding, and in knowledge, and in all manner of workmanship;

  • Dan Dia telah memenuhinya dengan roh Tuhan, dalam hikmat, dalam pengertian, dan dalam pengetahuan, dan dalam segala cara kemahiran

Pekerjaan sekuler sering dipandang sbg ‘dunia’ tersendiri yg terpisah dg dunia kerohanian, akibatnya dlm bekerja, org sering mengabaikan ‘faktor’ Tuhan yg ikut ambil bagian dlm kesuksesan dlm sebuah pekerjaan yg sdg dikerjakan.

Dlm ayat ini kita bljar bhw spya apa yg kita rencanakan terwujud, yg kita kerjakan menjd berhasil, maka kita perlu dipenuhi oleh roh Tuhan, selain kita perlu memperlengkapi diri dg hikmat, pengertian, pengetahuan dan kemahiran dlm bidang yg kita kuasai. Bezaleel dipilih Tuhan utk mengerjakan membuat perabot yg diperlukan utk Kemah Suci, hal utama yg disebut adalah Tuhan memenuhi dia dg roh-Nya spya sanggup mengerjakan semuanya sesuai petunjuk Tuhan. Mengapa perlu dipenuhi oleh roh Tuhan?

Manusia pny keterbatasan sekalipun pandai dan sdh sering mengerjakan sesuatu yg sama. Bs saja terjd salah hitung, salah ukur, salah mengupload, salah memasukkan, dsbnya. Salah sedikit saja bs merusak bnyk hal, ada yg tdk bs diulang dan hrs buat yg baru. Tentu ini menyita wkt lg dan akhirnya berakibat terlambatnya penyelesaian sebuah pekerjaan. Blm lg pengaruh alam, dan hal-hal mendadak terjd tanpa terprediksi sblumnya. Itulah sebabnya perlu roh Tuhan ketika kita bekerja, utk membuat semuanya dipastikan lancar dan baik hasilnya.

Mengandalkan teknologi tentu perlu, tp tetap ada kelemahannya dan keterbatasannya. Misalnya jika pasokan listrik padam spt yg pernah terjd bulan Agustus 2019 lalu, kita lihat semua kecanggihan teknologi seakan tdk berguna. Tetap andalkan Tuhan dlm segala hal, termasuk saat kita bekerja.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.