Jangan Lupa Bayar Nazarmu

DI 09092019

Ulangan 23:21 KJV
When thou shalt vow a vow unto the LORD thy God, thou shalt not slack to pay it: for the LORD thy God will surely require it of thee; and it would be sin in thee.

  • Ketika kamu menjanjikan sebuah nazar pada TUHANmu, kamu jangan mundur untuk membayarnya, karena TUHANmu tentunya akan menuntut itu daripadamu, dan itu akan menjadi dosa di dalammu

Nazar diajukan pd Tuhan biasanya krna situasi yg sdh mendesak, tdk ada cara lain lg, berdoapun tdk dikabulkan Tuhan, jalan terakhir adalah mengajukan nazar, tp nazar hrs dibayar sesuai yg kita janjikan pd Tuhan.

Nazar dlm bhsa aslinya adalah ‘neder nè‚der’ yg berarti sebuah janji pd Tuhan, sebuah hal yg dijanjikan pd Tuhan. Jd ini bkn cuma dlm bentuk uang, tp jg sesuatu yg kita janjikan pd Tuhan utk dilakukan. Nazar ini meminta agar Tuhan melakukan sesuatu dan bila Tuhan lakukan maka kita memberi atau memenuhi apa yg kita janjikan pd Tuhan. Jd ini spt sebuah kesepakatan kedua pihak utk saling melakukan sesuai isi perjanjian.

Hal yg sering terjd adalah lalainya manusia dlm menepati nazarnya. Entah wkt dulu bernazar krna sdh ‘kepepet’, asal janji saja spya Tuhan bertindak, tdk berpikir jernih apakah sanggup menepatinya atau sesudah bernazar br menyesal, knpa menjanjikan hal itu pd Tuhan. Bisa jg ‘berlagak lupa’ spt org yg berhutang tp tdk mau melunasi hutangnya. Sebagian lg mengulur-ulur wkt dg harapan Tuhan ‘memaklumi’ ketdk sanggupannya utk membayar nazar. Hukum ttg nazar adalah jika tdk dibayar, maka itu dihitung sbg sebuah dosa bagi si pembuat nazar. Dosa jenis ini beda dg dosa lainnya krna ini berkenaan lgsg dg Tuhan sndri.

Jgn mudah bernazar hanya demi Tuhan menolong kita. Kalaupun bertekad utk bernazar, pahami resiko dan tanggung jwbnya, sanggupkah kita menepatinya. Jgn mempermainkan Tuhan dlm hal bernazar.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.