DI 18092019
Roma 12:15
- Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
Apa maksud dr nasehat rasul Paulus ini? Sptnya ada sesuatu yg ingin dia tekankan melalui ayat di atas.
Dlm hidup ini kita mengenal istilah ‘tenggang rasa’ yg maknanya adalah maklum dan berusaha memahami keadaan maupun perasaan yg sdg dialami org lain. Org sedang senang atau sedih, jgn diganggu, biarkan mrka menikmati sukacita atau larut dalam kesedihannya. Namun bs saja kita masih ada ‘di luar’ situasi dan perasaan yg sdg mrka alami. Jd jelas berbeda dg kasih. Kasih malah menyuruh kita ‘masuk’ dlm situasi dan perasaan yg mrka sdg rasakan: ikut bersukacita atau ikut menangis jg.
Namun bgmna jika situasi dan keadaan kita sndri bertolak belakang dg org lain? Misalnya kita sdg bersukacita tp ada org lain yg sdg sedih? Sesuai ayat ini maka kita jg ikut menangis. Bkn pura-pura menangis, tp mulai menjd tempat curahan hati, menjd teman yg memahami kesedihan yg sdg dia alami, istilahnya spt ‘teman sepenanggungan’. Lalu bgmna jika kita yg sdg sedih sdgkan org lain sdg bersukacita? Ikutlah bersukacita jg, cari tahu penyebab dia bersukacita, dari situ mgkin kita menemukan alasan utk kembali bersemangat dan keluar dr kesedihan.
Kita hrs pandai dan bijak bersikap di manapun kita berada. Jgn di rumah duka kita bersikap spt di tempat pesta, bgtu jg sebaliknya. Jaga sopan santun di manapun kita berada, jgn merusak suasana dan menyinggung perasaan org lain dg sikap kita yg tdk tepat. Jaga perasaan org lain sesuai dg tempatnya dan jg situasinya.