Merawat Rumah Tuhan

DI 28092019

Nehemia 10:39

  • Karena orang Israel dan orang Lewi harus membawa persembahan khusus dari pada gandum, anggur dan minyak ke bilik-bilik itu. Di situ ada perkakas-perkakas tempat kudus, pula para imam yang menyelenggarakan kebaktian, para penunggu pintu gerbang dan para penyanyi. Kami tidak akan membiarkan rumah Tuhan kami.

Zaman itu bangsa Israel kembali berkomitmen utk setia pd hukum Tuhan dan salah satunya adalah dlm hal persembahan di rumah Tuhan yg memang digunakan utk merawat rumah Tuhan dan menghidupi para imam dan semua yg melayani di rumah Tuhan.

Gereja adalah rumah Tuhan, walaupun ada bnyk persekutuan lainnya yg bkn gereja, namun hanya gereja yg menjd wujud dr rumah Tuhan, krna keberadaan gereja diakui scra internasional dan negara hanya mengakui gereja sbg tempat ibadah bagi org Kristen dan jg Katolik. Persekutuan doa, ministry, persekutuan kantor, yayasan Kristen, dsbnya hanyalah persekutuan tambahan saja. Tentu saja tempat ibadah perlu dirawat dan mrka yg melayani di dlmnya perlu mendpt jaminan pemeliharaan hidup, ini diambil dr persembahan yg jemaat bawa ke rumah Tuhan.

Kalimat terakhir dlm ayat ini dlm bhsa Inggrisnya menggunakan kata ‘forsake’ yg berarti meninggalkan, mengabaikan. Jd mrka yg hidup di zaman Nehemia sadar bhw mrka hrs tetap beribadah di rumah Tuhan, tp jg terlibat aktif dlm memenuhi kebutuhan rumah Tuhan. Org yg di luar Tuhan tentu akan menilai Tuhan dr keadaan fisik gereja, bgmna mau percaya pd Tuhan kalau org Kristen sndri tdk peduli dg gereja. Memang kondisi keuangan masing-masing gereja berbeda, namun Tuhan pasti tdk membiarkan org lain utk mengejek rumah Tuhan. Asalkan jemaat dan para hamba Tuhan hidup sesuai firman Tuhan, berkat menyertai mrka dan rumah Tuhan terawat dg baik.

Bawalah persembahan ke rumah Tuhan dg sukacita, kembalikan apa yg menjd hak Tuhan, jgn meninggalkan dan mengabaikan rumah Tuhan, hormati Tuhan dg harta kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.