Tuhan Yang Memberi

DI 24072014

Yohanes 3:27 NLT
John replied, “No one can receive anything unless God gives it from heaven.

Yohanes menjawab: “Tidak seorangpun dapat menerima apa saja kecuali kalau Tuhan memberikannya dari surga.

Sebagai anak Tuhan berarti kita adalah anak Pemilik Surga, maka kita berhak menerima dan menikmati yg ada di surga walaupun kita masih ada di dunia ini. Ayat ini berkata Tuhan memberi dari surga.

Sesuatu yg dr surga itu sifatnya baik dan kekal atau ‘awet dan langgeng’. Bahkan pasangan hidup kita itu pemberian Tuhan dr surga. Tahunya dr mana? Pernikahan kita langgeng hingga kematian jasmani memisahkan.

Ayo kita evaluasi, yg kita peroleh selama ini mana hasil kerja manusiawi kita dan mana yg adalah pemberian Tuhan dr surga? Membedakannya mudah: itu tetap menjd milik kita dlm jangka waktu yg bertahan lama walaupun mgkin bbrpa kali dicoba utk ‘diambil’ dr kita. Kalau Tuhan yg berikan, tdk ada yg bisa merampasnya dr tangan Tuhan, tdk bs dicuri iblis, shga itu sampai ke tangan kita. Setelah ada di tangan kita, kita hrs jaga dan rawat baik-baik.

Ayat ini berkata ‘anything’ atau apa saja, berarti baik itu org-org dlm hidup kita, harta kekayaan, jawaban doa, dsbnya, semua adalah pemberian Tuhan, tanpa kecuali nafas hidup kita dan setiap hari yg kita jalani diciptakan Tuhan utk kita.

Bukan hebatnya iman dan doa kita, bukan karena kebaikan yg kita perbuat shga kita menerima yg dr surga, tp itu karena Tuhan ‘mau’ memberinya pd kita. Kalau Tuhan tdk mau, mau doa puasa sepuluh tahun jg, kita tdk akan menerima apa-apa. Hati-hati dg kesombongan, ajaran yg menyimpang berkata kita terima dr Tuhan sbg bonus dr ‘prestasi’ yg kita tunjukkan pd Tuhan. Jgn sesat. Kita terima ‘reward’ krna kita taat pd Tuhan, dg sebuah kesadaran bhw kita bs taat, itupun krna Tuhan yg memampukan. Spt bayi yg akhirnya bs berjalan, ada bantuan dr orgtuanya yg melatihnya berjalan. Kita bs spt skrg jg krna ‘bantuan’ Tuhan dan orgtua kita. Jgn sombong.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.