DI 08102019
Hakim-hakim 11:2, 5
Juga isteri Gilead melahirkan anak-anak lelaki baginya. Setelah besar anak-anak isterinya ini, maka mereka mengusir Yefta, katanya kepadanya: “Engkau tidak mendapat milik pusaka dalam keluarga kami, sebab engkau anak dari perempuan lain.”
- Dan ketika bani Amon itu berperang melawan orang Israel, pergilah para tua-tua Gilead menjemput Yefta dari tanah Tob.
Yefta pernah diusir krna latar belakang ibunya yg adalah perempuan asing, sehingga dia tdk mendpt milik pusaka dlm keluarga Gilead, namun ketika bani Amon dtg memerangi mrka, Yefta akhirnya diingat bahkan diminta utk menjd pemimpin mrka.
Org yg mgkin hina atau berlatar blkg kurang baik, org yg kita asingkan dan kita perlakukan berbeda, bs jd di masa yg akan dtg menjd org yg menolong kita dr masalah yg kita hadapi. Tdk selamanya kita sehat, kuat, kaya, lebih pintar, dsbnya, jgn kita sombong dan merendahkan org lain. Yefta justru menjd org yg membuat bangsanya menang perang dg pertolongan Tuhan. Seandainya Yefta tdk bersedia memimpin org Gilead, mgkin saja bangsa Israel bs dikalahkan oleh bani Amon.
Jika kita di posisi spt Yefta, tetap miliki kerendahan hati dan kepedulian terhadap keadaan org lain, termasuk mrka yg merendahkan kita. Buang keegoisan dan dendam, penuhi hati kita dg kasih Tuhan. Pembalasan tdk pernah akan menciptakan perdamaian, tetapi pengampunan dan kasihlah yg akan membuat keadaan damai. Bantulah jika memang kita sanggup, jgn menahan berbuat baik pd siapapun jg. Cerminkan karakter Kristus melalui sikap dan perbuatan kita, spya org yg meremehkan kita mengenal Tuhan dan kasih-Nya, bertobat dan menjd baik kembali.
Jgn remehkan siapapun jg, kita tdk tahu apakah suatu saat keadaan justru berbalik, mrka yg lebih mulia drpd kita. Perlakukan org lain dg selayaknya, supaya hubungan kita dg mrka tetap baik.