Memikirkan Yang Jahat Dalam Hati

DI 22102019

Matius 9:4

  • Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?

Sesuatu yg di dlm hati manusia tdk akan bs diketahui oleh org lain, spt ada pepatah ‘dalamnya air bisa ditebak, isi hati siapa yg tahu”. Tiap org bebas memikirkan apa saja dlm hatinya.

Namun kalau sampai yg dipikirkan dlm hati itu sesuatu yg jahat, pasti ada penyebabnya. Hati itu sebuah perbendaharaan, tempat penyimpanan dan mengelola (Lukas 6:45):

“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Sesuatu yg disimpan pasti melalui sebuah proses yg disebut ‘dimasukkan’, jd kalau dlm hati dipikirkan hal yg jahat, berarti si org itu telah memasukkan hal yg jahat itu dlm hatinya. Apakah baru berupa iri hati, kecurigaan, perselisihan, dsbnya. Makin dipikir ke arah negatif maka hasilnya adalah sebuah rancangan kejahatan terhadap org lain.

Kain diperingatkan Tuhan sblum dia membunuh adiknya, Habel, namun dia mengabaikan peringatan Tuhan. Ini pelajaran bagi kita bhw ketika hati memikirkan yg jahat, maka emosi negatiflah yg lebih menguasai diri kita. Bahkan ketaatan kita pd Firman Tuhan bs terpengaruh olehnya. Secepatnya jika kita menyadari bhw ada yg negatif mulai masuk dlm pikiran kita, buang dan jgn simpan dlm hati. Kembali miliki damai sejahtera dan hati yg murni, menyimpan yg jahat itu tdk baik bagi kerohanian kita.

Dosa selalu mengintai kita, jgn sampai kita mengikuti keinginannya. Selalu berpikir sehat dan tinggal di dlm Firman Tuhan, bebaskan diri dr segala yg membuat kita terhanyut mengikuti emosi negatif.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.