Firman Yang Menghakimi

DI 29112019

Yohanes 12:48

  • Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.

Di dunia ini ada org yg tdk percaya pd Yesus, menolak Tuhan dan jg firman-Nya, dlm ayat ini ditulis bhw mrka tetap akan dihakimi jg, baik saat itu maupun nanti di akhir zaman.

Firman Tuhan itu yg akan menjd hakim utk mrka yg tdk percaya pd Tuhan Yesus Kristus, tentu ini hal yg penting utk kita ketahui. Selain perbuatan selama mrka hidup itu yg akan dihakimi, tp jg masalah mrka menolak percaya pd Yesus dan firman-Nya, ini jg termasuk dlm penghakiman Tuhan. Sdh dibuka dan diberi kesempatan utk selamat, tp memilih utk tdk selamat, ini menjd tanggungan mrka sndri. Tuhan sdh berlaku adil, Injil diberitakam pd mrka spya mrka beroleh keselamatan. Bahkan di zaman ini dg kecanggihan teknologi yg berkembang pesat, informasi apapun ttg Injil bs diakses dg mudah di seluruh penjuru dunia.

Tdk menerima perkataan Yesus, ini jg akan dituntut bagi org Kristen yg tdk mau hidup diatur dan didasari oleh firman Tuhan. Mrka yg hidup dg kebenaran versi mrka sndri, ayat-ayat Alkitab diartikan sndri menyesuaikan pola pikir mrka yg hidupnya duniawi sekalipun berstatus org Kristen. Ini hal yg perlu kita peringatkan utk mrka yg hidup secara demikian spya mrka bertobat dan diselamatkan. Jgn sampai pd akhirnya hasil dr penghakiman Tuhan atas mrka adalah kebinasaan kekal bersama iblis dan anak buahnya. Selama msh ada waktu, beritakan Injil dan jd pelaku firman Tuhan sekalipun di sekitar kita tdk ada satupun yg melakukannya.

Kedatangan Yesus kembali sdh makin dekat, persiapkan diri dan lakukanlah semua yg Tuhan perintahkan. Hiduplah takut akan Tuhan dan jd teladan bagi mrka yg masih hidup secara duniawi.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.