Seandainya Tuhan Tidak Mengampuni

DI 02122019

Mazmur 85:2

  • Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Sela

Kesalahan dan dosa, 2 hal yg pasti pernah dilakukan manusia terhadap Tuhan. Dlm Tuhan, Dia sediakan solusi utk keduanya yaitu Dia mengampuni dan menutupi dosa serta kesalahan kita.

Namun apa yg terjd seandainya Tuhan tdk mengampuni kita? Kita sndri pd kenyataannya tdk sanggup utk menyelesaikan masalah akibat dosa dan kesalahan kita terhadap Tuhan. Dosa tdk dpt dihapus dg berbuat baik, bahkan oleh cara hidup yg saleh sekalipun. Semua tergantung pd Tuhan saja, Dia yg berkuasa mengampuni dan menyelesaikan masalah akibat dosa yg kita perbuat. Krna itulah kita hrs sadar bhw jika Tuhan tdk mengampuni kita, kita tdk akan pernah pny kesempatan utk menikmati surga saat kekekalan itu kita alami, hidup kita akan berakhir dlm siksaan kekal, sia-sia semua yg kita lakukan seandainya Tuhan tdk mengampuni kita.

Jgn kita menganggap rendah pengampunan yg Tuhan beri. Dosa kita terlalu bnyk, berarti sangat bnyklah pengampunan Tuhan yg telah kita terima. Brpa harga sebuah pengampunan? Tdk bs diukur dan dinilai dg apapun, krna itulah hargai setiap pengampunan yg Tuhan berikan, jgn sia-siakan dan jgn jg mempermainkan Tuhan dg trs berbuat dosa. Hidup ini sangat singkat, tak ada bnyk wkt yg tersisa, blm lg kita tdk pernah tahu kpn kita akan meninggal, jgn berpikir itu masih lama. Bgmna kita menilai hidup kita, itulah cerminan bgmna kita menilai kasih Tuhan kepada kita. Kita menghargai hidup kita berarti jg kita sdh menghargai kasih Tuhan dlm hidup kita.

Di bulan terakhir 2019 ini, maknai setiap hari sbg waktu dan kesempatan utk kita membuat hidup kita menjd lebih berarti, dg menghargai kasih Tuhan berarti kita tdk ingin membuat hidup kita sia-sia bgtu saja.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.