Akibat Tidak Percaya

DI 09122019

Lukas 1:20

  • Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya.”

Jika kita ada di posisi spt Zakharia, mgkin saja kita bersikap yg sama spt dia, sulit percaya ttg mujizat atau perbuatan ajaib Tuhan yg berlawanan dg kenyataan yg ada skrg, namun itu jgn sampai terjd.

Akibat ketdk percayaan ttg apa yg Tuhan akan lakukan terhadap kita selalu ada konsekuensinya. Zakharia menjd bisu hingga Yohanes Pembaptis lahir. Ini gambaran bhw kita tdk perlu bcra atau berkomentar ttg kemustahilan yg akan terjd terhadap diri kita. Yg Tuhan butuhkan adalah kita tunduk sepenuhnya pd rencana Tuhan meskipun itu hal yg mustahil dan bertentangan dg realita yg ada. Tuhan ingin kita merenungkannya dlm hati, bkn mengomentari apalg protes terhadap Tuhan. Sikap yg berbeda kita lihat dr Maria yg diberitahu akan mengandung, dia menerimanya dan berserah pd Tuhan.

Hati-hati dg komentar kita ttg ketetapan Tuhan dlm hidup kita. Apakah itu ttg keluarga di mana kita dilahirkan, orgtua kita, keadaan fisik kita, dsbnya. Belajar utk menerimanya dg ucapan syukur dan percayalah dg keadaan kita yg ada itu, Tuhan sanggup berkarya di dlmnya. Kalau Tuhan ingin memakai kita utk rencana-Nya yg mulia, sekalipun itu membuat kita kehilangan bnyk hal, belajarlah utk taat saja. Bukankah kita ini sdh sepenuhnya milik Tuhan, seharusnya terserah Tuhan mau diapakan hidup kita ini. Pastinya rencana Tuhan disertai dg penyertaan-Nya yg sempurna. Ada pembelaan Tuhan di dlm situasi yg akan kita hadapi.

Jgn lagi tdk percaya pd kuasa Tuhan yg sanggup mengerjakan kemustahilan dlm hidup kita. Percaya saja walau kita tdk memahaminya skrg. Jgn sampai kita menghambat rencana Tuhan menjd tdk terwujud nantinya.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.