Ketakutan Tanpa Sebab

DI 12122019

Amsal 28:1 KJV
The wicked flee when no man pursueth: but the righteous are bold as a lion.

  • Orang fasik melarikan diri saat tidak ada orang yang mengejar, tapi orang benar itu berani sebagaimana seekor singa

Lari pdhal tdk ada yg mengejar, ini sebuah ketakutan tanpa dasar yg disebabkan oleh masalah kejiwaan yg serius, ternyata org fasik hidup dlm ketakutan.

Sbnarnya tiap org akan merasa takut setelah berbuat dosa, bedanya adalah jika org fasik berbuat dosa dan melihat bhw Tuhan tdk menghukumnya, dia akan merasa aman dan trs akan berbuat dosa lagi. Sedangkan org benar jika berbuat dosa, dia merasa takut dan ingin diampuni dosanya oleh Tuhan. Jd kemudian org benar akan kehilangan rasa takut akibat berbuat dosanya setelah menerima pengampunan dr Tuhan, namun org fasik akan terlihat spt berani trs berbuat dosa, pdhal dlm hati nuraninya tersimpan ketakutan yg semakin lama semakin membesar. Itulah sebabnya dia mudah berpikir yg tanpa dasar shga bereaksi pdhal tdk ada apa-apa.

Dosa dpt melemahkan jiwa seseorg, spt tubuh yg daya tahannya lemah akan mudah terserang penyakit, maka org fasik itu mudah mengalami gangguan kejiwaan, spt mudah curiga pd org lain, berlagak galak utk menutupi ketakutannya, bertindak sewenang-wenang krna takut dianggap lemah, hingga pd tingkat dikuasai halusinasi akut, tdk lg bs membedakan mana kenyataan dg mana yg hanya bayangan dlm pikiran. Org lain tdk melakukan sesuatu pd dirinya, tp dia merasa bhw dia dirugikan dan merasa dipermainkan. Lari pdhal tdk ada yg mengejar, ini halusinasi akut. Org benar digambarkan spt singa yg berani, yg tetap pd posisinya sekalipun bnyk yg melintas di dekatnya.

Dosa yg disembunyikan akan membuat org yg melakukannya dikuasai ketakutan, jgn simpan dosa, akui di hadapan Tuhan dan jalani hukumannya jika Tuhan memberikannya. Spt org yg dipenjara dan kemudian bebas, tdk ada lg yg hrs ditakuti krna sdh beres di mata hukum.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.