Perjanjian Dengan Mata

DI 31122019

Ayub 31:1 KJV
I made a covenant with mine eyes; why then should I think upon a maid?

  • Aku membuat sebuah perjanjian dengan mataku sendiri, mengapa kemudian aku harus berpikir tentang seorang anak dara?

Salah satu kualitas Ayub shga Tuhan sndri mengakui dia sbg org yg saleh adalah krna Ayub telah mengatur ttg apa yg dilihat dengan matanya jgn sampai merusak hati dan pikirannya, shga matanya tdk memancing dia melakukan dosa.

Sebagian org mudah tergoda dg apa yg matanya lihat, misalkan ada pria yg mudah berpikir negatif ketika melihat seorg perempuan yg cantik, org yg tergoda melihat label ‘sale atau diskon’, pencuri atau penjambret yg langsung bergerak ketika melihat seseorg yg memakai perhiasan mencolok, dsbnya. Jd bnyk dosa yg disebabkan berawal dr melihat, jd memang perlu kita mengendalikan dg benar ttg apa yg akan kita lihat. Tentu saja dlm kondisi tertentu kita tdk bs menghindar utk melihat sesuatu, tp jgn berlama-lama, sekian detik mata kita trs melihatnya, susah utk berpaling dr apa yg kita lihat.

Ingat bhw yg kita lihat akan menjd bahan pikiran dan mempengaruhi suasana hati. Mata itu jendela hati, jd kita hrs waspada. Spt kita memasang kaca atau kawat nyamuk di jendela kita spya jgn ada binatang kecil yg bs masuk ke kamar melalui jendela, kita jg hrs menyaring apa saja yg telah kita lihat, jgn sampai dimasukkan ke dlm pikiran dan hati kita hal-hal yg sbnarnya sampah dan tdk berguna. Spt Ayub, adakan perjanjian dg mata kita ttg apa yg pantas kita lihat dan yg tdk pantas utk kita lihat. Hrs berkomitmen dan selalu waspada dg mata kita apalg ketika kita hanya sndrian saja, tdk ada org yg melihat apa yg kita perbuat, tp ingat bhw Tuhan melihat semuanya.

Pergunakan mata kita dg benar spya hati dan pikiran kita menjd tetap murni dan kudus di pandangan Tuhan.

Selamat Menyambut Tahun Baru 1 Januari 2020, Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.