Tundukkan Maka Amanlah

DI 04062021

Hakim-hakim 3:30
Demikianlah pada hari itu Moab ditundukkan oleh Israel, maka amanlah tanah itu, delapan puluh tahun lamanya.

Dlm hidup kita bnyk hal yg menghalangi kita utk maju, terasa sulit utk mengubah keadaan yg ada, sementara kita sadar bhw tdk bs keadaan itu trs berlangsung krna akan menyulitkan masa dpn kita.

Bangsa Israel hrs menundukkan Moab utk pd akhirnya menikmati 80 thn dalam keadaan aman. Musuh hrs ditundukkan, jgn dibiarkan berbuat hal-hal yg akhirnya akan sangat menyulitkan kita di masa dpn. Kisah bgmna Tuhan menjanjikan pd bangsa Israel yaitu daerah Kanaan bs menjd pelajaran bagi kita bhw kita tdk bs hanya diam menunggu Tuhan bertindak, ingat bhw sebuah janji beda dg anugerah, janji pasti ada syarat yg hrs terpenuhi, jd bkn sesuatu yg diberikan cuma-cuma dan kita tinggal menerima saja. Ada yg perlu kita lakukan yaitu memerangi apa saja yg bs menghambat kita di masa depan, ini bs berupa hal-hal buruk dlm diri kita, dan jg hal-hal yg berasal dr luar diri kita.

Dari dlm diri kita, kita perlu memerangi dan menundukkan kemalasan kita, rasa tdk percaya diri krna kurang beriman pd Tuhan, kebiasaan buruk, dsbnya. Kita jg pasti akan berhadapan dg komentar yg negatif ttg diri kita yg dikatakan oleh org yg tdk senang kita maju dan bahagia. Ada saja org yg ingin merebut posisi kita di masa dpn, ada jg yg menaruh kebencian pd diri kita. Semuanya ini hrs ‘ditaklukkan’ dan jgn kita biarkan trs merongrong kita saat ini maupun nanti. Ada hal-hal yg hrs kita ‘bunuh’ tanpa kompromi, dpt dalam situasi perang, membunuh atau dibunuh, menundukkan atau ditundukkan. Kalau kita memilih kompromi dg hal-hal buruk, itu hanya mempercepat kita masuk dlm keadaan yg mgkin kelihatannya baik utk skrg ini tp justru tdk baik bagi masa dpn kita, jgn kompromi tp tundukkanlah.

Koreksi diri kita, apakah masih ada hal yg kita perlu tundukkan, segeralah bereskan dan pd saatnya kita akan ada dlm situasi yg ‘aman’ di masa dpn kita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.