Bersemangat Ketika Ditegur Tuhan

DI 15062021

Wahyu 3:19 KJV
As many as I love, I rebuke and chasten: be zealous therefore, and repent.

Sebanyak yang Aku kasihi, Aku menegur dan menghukum, bersemangatlah karenanya dan bertobat.

Memahami kalimat ini perlu kedewasaan dlm berpikir: dimarahi Tuhan koq malah hrs bersemangat dan kemudian bertobat? Biasanya kalau dimarahi, reaksi yg timbul malah tdk bersemangat.

Ditegur dan dihukum Tuhan, ini justru hal yg merupakan wujud kasih Tuhan pd kita, memang ditegur pasti krna kesalahan yg telah kita perbuat, atau ada sesuatu hal lain yg dlm pandangan Tuhan menjd satu hal yg bs membuat murka-Nya bangkit. Daripada org yg trs berbuat salah dan dia dibiarkan trs menerus berbuat salah, itu tanda bhw dia tdk diperhatikan apalg disayang Tuhan. Koreksi dan teguran dr Tuhan hrs kita pandang sbg sesuatu yg sangat positif dampaknya utk kita, spt kita sedang diberi hadiah istimewa yg mahal harganya. Kita hrs menghargai Dia yg telah mengoreksi dan menegur kita, sekalipun itu disusul dg hukuman yg hrs kita terima sbg sanksi dr kesalahan yg telah kita perbuat.

Bersemangat di dlm ayat ini berasal dari kata zēloō yg artinya semangat yg spt sesuatu sdg terbakar, atau kita kenal sbg semangat yg berapi-api, semangat spt kita sdg mengejar sesuatu sampai kita bs mendapatkannya. Sekali lagi ini sangat bertolak belakang dg sikap manusiawi kita saat sdg dikoreksi, ditegur dan diberi hukuman, kita dinasehati Tuhan agar bersemangat dan dg rela hati menerima hukuman Tuhan sbg disiplin yg dampak positifnya akan muncul di masa dpn. Dia jg menginginkan kita bertobat, kembali pd Tuhan dan berjalan kembali di jalur yg Tuhan tentukan dr awal utk kita. Kembali ke jalan Tuhan, kembali ke jalan yg benar spya kita jgn tersesat, harusnya ke surga to justru ‘nyasar’ dan berakhir di neraka.

Tunjukkan kedewasaan kita di hadapan Tuhan, krna Dia mengasihi kita maka Dia mengoreksi dan menegur bahkan jg menghukum kita, yg Dia kehendaki adalah pertobatan kita, kembali pd Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.