Siapa Yang Menjadikan Kita Kaya?

DI 13092014

Amsal 10:4, 22 NKJV
He who has a slack hand becomes poor, But the hand of the diligent makes rich. The blessing of the Lord makes one rich, And He adds no sorrow with it.

Orang yang bertangan lamban menjadi miskin, tapi tangan yang rajin/tekun membuat kaya.
Berkat Tuhan membuat seseorang kaya, dan Dia tidak menambahkan dukacita/penderitaan dengannya.

Siapa yg membuat Anda jadi kaya? Pasti jawaban spontannya adalah Tuhan. Nanti dulu, koreksi hati dan pikiran Anda.

Apa pandangan Tuhan tentang org yg kaya? Kalau pandangan dunia berkata org kaya itu yg punya bnyk harta, punya bnyk perusahaan, asetnya dimana-mana dan masuk dlm 1000 org terkaya di dunia misalnya. Tolak ukurnya adalah jumlah harta yg dimilikinya entah cara menjadi kayanya itu dg cara yg bersih atau kotor. Jd org kaya itu diukur dr harta yg dimilikinya.

Apa pandangan Tuhan? Org kaya itu org yg di dalam dirinya ada berkat Tuhan. Darimana berkat itu datang? Setiap ketaatan pd Tuhan dan firman-Nya mendapat ‘reward/upah’ berupa berkat Tuhan. Org yg hidup dlm berkat berarti tdk hidup dlm kutuk. Kutuk datang saat kita tdk taat pd Tuhan dan firman-Nya.

Berkat Tuhan ini yg menjadikan seseorg kaya, namun utk mewujudkan berkat Tuhan ini menjadi harta dibutuhkan ‘tangan yang rajin/tekun’. Artinya tdk malas dan berlambat-lambat.

Kenapa tangan bukan kecerdasan intelektual dan emosi spt yg diajarkan bnyk motivator finansial?

Dlm Alkitab bnyk pelajaran ttg keuangan dan bgmna menjadi kaya menurut cara Tuhan. Org lebih suka bayar jutaan rupiah ikut seminar dan workshop ttg menjd kaya drpd belajar jd kaya menurut Alkitab. Alasannya Alkitab sulit dimengerti. Maaf, sbnarnya malas bukan? Ngaku saja dan bertobat.

Kalau kita ikuti ajaran Tuhan, bisa jd kita lebih ‘kaya’ dr ‘kaya’-nya kita skrg. Taat Firman mendatangkan berkat, tgn yg rajin mewujudkan berkat Tuhan menjd kekayaan dan Tuhan berkata bhw kita dijadikan kaya tanpa disertai dukacita.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.