DI 15092014
2 Korintus 4:2 OJB
…not going about with remiyah (deceit) nor falsifying the dvar Hashem …
… maupun akan halnya dengan menipu atau memalsukan Firman Tuhan …
Kalau zaman Perjanjian Lama menggunakan kalimat : “Demikianlah firman Tuhan …” itu dilakukan oleh para nabi dan org umumnya dg penuh tanggung jawab dlm arti tdk sembarangan, maka di zaman ini justru org Kristen bahkan para hamba Tuhan dg ‘entengnya’ mencomot ayat Alkitab ditambahi dg kalimat ‘demikianlah firman Tuhan’.
Rasul Paulus berani mempertanggung jawabkan pelayanan firman yg dilakukannya dg ‘menjamin’ bhw dia tdk memanipulasi Firman Tuhan : tdk menggunakan Firman Tuhan utk menipu dg ‘memalsukannya’ atau mengatas namakan yg dikatakannya sbg perkataan dr Tuhan.
Saya pribadi bnyk mendengar kisah ‘miring’ para hamba Tuhan yg memanipulasi firman Tuhan. Contohnya ada hamba Tuhan yg menawarkan perkataan nubuat atas seseorg namun sblumnya org itu hrs memberi ‘persembahan’ pd si hamba Tuhan dlm nominal tertentu. Nubuatan yg seharusnya hak cipta Tuhan malah dimanipulasi demi keuntungan pribadi.
Kita sbg jemaat Tuhan ini hrs ‘pintar’ dan jgn ‘(maaf) goblok’ shga bs ditipu oleh org-org yg memanipulasi Firman Tuhan atau mengatas namakan Tuhan. Sasaran empuk biasanya org-org kaya yang kaya hartanya tapi miskin harta rohaninya. Rasa haus dan lapar mereka akan Tuhan justru dimanfaatkan oleh ‘serigala berbulu domba’. Mrka dpt firman palsu dan jg harta mereka ‘terkuras’ perlahan-lahan.
Bgmna spya kita tdk tertipu? Kita hrs tahu yg asli spya bs memastikan ini asli atau palsu. Hrs tahu Firman Tuhan yg asli krna itulah gunanya membaca Alkitab setiap hari dan punya hubungan yg penuh pewahyuan dr Tuhan. Kalau baca Alkitab saja malas, ya jgn menyesal jika suatu saat Anda ‘dikerjain’ oleh oknum hamba Tuhan yg kelihatannya baik namun ternyata sebaliknya.
Sudahkah kita membaca Alkitab hari ini dan membangun hubungan melalui persekutuan pribadi dg Tuhan?