Mengapa Berbohong?

DI 12102021

Amsal 10:18
Siapa menyembunyikan kebencian, dusta bibirnya; siapa mengumpat adalah orang bebal.

Bnyk penyebab knpa seseorg memilih utk berbohong dan mengucap dusta, satu di antaranya disebutkan dlm ayat ini yaitu krna menyimpan kebencian.

Org yg sering membohongi kita itu bisa dipastikan krna dia benci terhadap kita, apakah krna sesuatu yg kita perbuat terhadapnya, atau ada penyebab lain yg hanya org itu tahu. Tdk semua orang menyatakan kebencian yg ada dlm hati dan pikirannya, bahkan ada orang yang menyimpannya hingga meninggal. Ini hal yg mengerikan tentunya, bersikap manis di depan, tp di belakang penuh dg rencana jahat yg didasari dendam yg amat sangat. Kita mgkin tdk tahu ada org yg sdg membenci kita, namun waspadalah jika ada org yg mendustai kita trs menerus, menyebarkan berita hoax ttg kita, atau bahkan sebaliknya, bersikap seolah-olah teman terbaik, tp pd akhirnya menjatuhkan kita suatu saat tanpa kita perkirakan sebelumnya. Musuh dlm selimut yg luput dr pikiran kita.

Menyimpan kebencian tentu bukan hal yg baik, membuat kita kehilangan apa yg baik dlm hati kita: damai sejahtera, dan ketenangan batin. Pikiran selalu mengingat peristiwa yg menyakitkan, emosi mudah terpancing hingga tubuh kita ikut terganggu kesehatannya. Kita yg dulunya org jujur bisa berubah jadi org yg mulai terbiasa berbohong dan berdusta. Kalau ada kebencian, lebih baik diungkapkan pd org yg kita benci, selesaikan secepatnya shga hidup kita ada dlm damai sejahtera. Langkah kita jd tdk terasa berat, hati kita gembira dan tubuh kitapun sehat. Mgkin sedikit cekcok mulut, tp setelahnya ada jabat tangan perdamaian, dan Tuhan senang kita hidup dlm damai sejahtera, doa yg kita naikkan menjd doa yg tulus, bukan doa seorg yg munafik, mengasihi Dia tp tdk mengasihi sesama. Mgkin doa yg tdk terkabul krna doa itu dinaikkan dg hati yg penuh dg kebencian.

Buanglah dusta dr bibir kita, buanglah kebencian dr dlm hati kita, maka kita kembali menjd org yg tulus hati dan org yg terbiasa berkata jujur.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.