DI 18102021
Amsal 22:2
Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN.
Penulis amsal ini menyadari bhw orang menjadi kaya atau miskin, Tuhanlah yg membuatnya, dan pertemuan mereka itupun krna Tuhan yg mengaturnya.
Dari sekian org-org yg kita kenal, tentu ada yg kaya, yg sederajat dan yg miskin dlm hal harta yg dimiliki, bgmna sikap yg kita tunjukkan pd masing-masing golongan itu? Tentu senang bergaul dg org yg kaya, apalg yg murah hati, bnyk menerima hal-hal yg menyenangkan tentunya, namun jika bertemu org kaya yg tinggi hari, kita bs menjd jengkel dgn sikap sombongnya. Dg teman yg sama derajatnya, tentu menyenangkan juga, tdk minder dan tdk canggung satu dg lainnya. Nah, bgmna dg yg miskin? Apa kita merasa mrka sbg beban? Tdk ingin bergaul dg mrka? Takut dimanfaatkan oleh mrka krna mrka tahu kita dr level menengah atau kaya? Sikap kita juga harus disesuaikan dg apa yg firman Tuhan ajarkan pd kita, mengasihi mrka spt diri kita sndri.
Tuhan yg membuat org kaya dan jg org miskin, dan kalau keduanya bertemu, pasti ada maksud Tuhan di dlmnya. Ini hal yg seringkali tdk kita sadari, orang kaya butuh org miskin utk melakukan sedekah, menolong dan menunjukkan belas kasihan, tdk mungkin menolong tanpa ada yg hrs ditolong. Org miskin butuh org kaya supaya mrka bisa tetap beriman pd Tuhan bhw Dia memakai org kaya utk memberi pertolongan. Ada org kaya yg mgkin berpikir: menolong itu perlu berhikmat jg, jgn salah target, ini tentu hal yg baik, namun apa yg kita lihat dg mata seringkali berbeda dgn kenyataan, penilaian kita bs salah, kita ragu dg dorongan hati nurani utk cepat menolong, shga akhirnya kita tdk jadi berbuat apa-apa. Kalaupun salah, harta kita itu kan uang-Nya Tuhan, kita tidak rugi apa-apa, kalau kita berpikir untung ruginya, berarti kita masih berpikir bhw harta kita itu bukan milik-Nya Tuhan.
Kaya dan miskin, Tuhan bisa balikkan posisinya seketika, jgn kita sombong dan minder, sedang kaya atau miskin, tetaplah berbuat baik dg harta yang Tuhan percayakan utk kita kelola.