Hidup Yang Gelap

DI 12112021

Amsal 20:20
Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.

Hidup manusia digambarkan spt org yg berjalan malam hari sambil membawa sebuah pelita sbg alat penerang, tanpa pelita itu maka sulit utk bs berjalan ke arah yg dituju.

Hidup pasti ada masa-masa gelap dan spt sedang berada di dalam lembah yg paling dalam dan kelam, yang kita lihat semuanya hanyalah gelap, dan ini bisa membuat kita mudah merasa kuatir, takut dan kemudian tdk berani untuk berjalan ke arah manapun. Situasi yang membuat kita putus asa, tdk tahu hrs berbuat apa, dan ketakutan mulai akan menguasai hidup kita. Normalnya jika kita adalah org benar, pelita kita tidak akan padam, shga ada cahaya yg bisa menerangi langkah kita walaupun kita hrs menerobos kegelapan yg pekat, tp kita mampu utk melewatinya. Inilah yg dimaksud dg ada penyertaan Tuhan di dlm hidup kita. Namun bgmna ternyata kalau kita dlm keadaan yg menakutkan, sulit dan penuh ketakutan tp tidak ada penyertaan Tuhan di dalamnya?

Salah satu penyebabnya mgkin karena ada yang salah dengan perlakuan kita terhadap orgtua: ayah dan ibu kita. Dlm ayat ini dikatakan bhw siapa mengutuki ayah dan ibunya, pelitanya akan padam atau lebih tepatnya dipadamkan’ pada waktu gelap. Berarti ada pihak lain yg memadamkan pelitanya. Jelas bahwa Tuhan tdk ada di pihak org spt itu, org yg memperlakukan kedua orgtuanya dg sangat tdk baik, maka mgkin saja pihak yg memadamkan pelita itu ialah Tuhan sendiri. Tuhan yg memasukkan org itu ke dlm situasi yg berat, penuh tekanan dan penuh kemustahilan. Tidak heran jika kita dengar bnyk kesaksian org-org yg menghormati orangtuanya dg baik mengalami pertolongan Tuhan di masa sulit dan berhasil keluar dr situasi yang gelap itu.

Hormatilah kedua orgtua kita dg apa yg pantas mrka dapatkan dr kita, jangan menghina bahkan mengutuki mrka, kita hrs ingat bhw keberadaan kita di dunia ini jg krna peran mereka.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.