Bukan Sekedar Harta

DI 30112021

Amsal 10:16
Upah pekerjaan orang benar membawa kepada kehidupan, penghasilan orang fasik membawa kepada dosa.

Dari mana sumber penghasilan kita? Ini menjd hal penting utk kita renungkan krna dlm ayat ini ternyata penghasilan yg kita dapatkan punya dampak yg baik atau buruk bagi hidup kita.

Di mata manusia, uang ya uang, mau didapat dari sumber dan cara yg halal atau haram ya sama saja, tapi ternyata tdk sesederhana itu, krna dlm Kristen, gaji atau penghasilan itu adalah bagian dr pemberian berkat Tuhan. Uang ialah berkat kalau diperoleh dr sumber dan cara yang benar, tentu saja uang bukan sbg berkat kalau diperoleh dr sumber & cara yg salah. Upah org benar membw pd kehidupan, artinya berdampak baik atau positif, sebaliknya misalkan uang didpt dr cara okultisme, korupsi, bisnis yg kotor, dsbnya, dampaknya justru tdk baik bahkan membawa seseorang pd dosa. banyak uang justru merangsang kedagingan kita utk aktif dan jika tidak dikendalikan maka akan menuntun kita pd perbuatan dosa. Misalkan saja dlm kasus perselingkuhan, berselingkuh itu butuh uang bnyk.

Jgn hanya berpikir bgmna bs dg cepat memperoleh bnyk uang, tapi pikirkan jg ttg apakah cara kita memperoleh uang ini berkenan tdk menurut Tuhan. Apa yg dilegalkan manusia, blm tentu itu jg legal menurut Tuhan. Tuhan ingin kita kaya tanpa resiko atau pertukaran. Ini bs kita pahami pd kasus kaya oleh krna terlibat okultisme, ada pertukaran uang dg nyawa atau hal lainnya. Kaya dan jg ada damai sejahtera, ini yg Tuhan ingin kita alami. Biarlah saluran berkat-Nya melalui penghasilan yg kita dapatkan itu tetap ‘bersih’, sehingga dampaknya positif bagi hidup kita. Tiada ketakutan, tdk melupakan Tuhan dan tidak habis digunakan utk hal-hal yg sia-sia. Tuhan ingin keuangan kita ‘sehat’ shga Tuhan bs terus menerus memberkati melalui penghasilan yg kita terima.

Menjd makmur dan punya kedamaian dlm hidup, inilah yg Tuhan kehendaki bagi kita, tetap jaga sumber dan cara kita memperoleh penghasilan tetap berkenan di mata Tuhan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.