DI 16022022
Lukas 19:8
Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.”
Hidup kita tentu ada biaya hidupnya, peran dr uang tentu sangat besar krna uang menjadi alat tukar utk kita memiliki sesuatu, membeli apapun maka kita hrs menyerahkan sejumlah uang untuk bisa memiliki apa yg kita beli.
Zakheus itu kepala pemungut cukai, pasti dia juga tergolong org kaya, walaupun dia dptkan itu dgn cara yg mgkin menyakitkan bnyk org. Apa alasannya dia dgn begitu mudahnya bisa melepaskan sebagian kekayaannya dan tetap bs bersukacita? Jumlah harta yg dia berikan tentu sangat besar nominalnya, utk sebagian org kehilangan lebih dr setengah hartanya itu spt mengalami ‘kiamat’ kecil dlm hidupnya. Di saat seseorg mengerti tujuan hidup yg benar, maka peran uang dlm hidupnya tdk ld menjd tujuan utama: hidup bekerja keras utk menjd kaya spya bs bahagia dan masa depan tidak mengalami kesusahan. Sbnarnya ini hal yang benar, membiayai hidup dan menyiapkan diri utk hidup di masa depan itu sangat penting & perlu dilakukan, namun yg salah adalah bila hal itu menjd fokus utama yg menyita semua energi dan hidup kita. Tdk sedikit pd akhirnya org yg sejak muda bekerja keras dan menjadi kaya, tp kekayaannya ludes di masa tua krna utk membiayai pengobatan sakitnya. Tp ada jg yg pd akhirnya menikmati hidup bahagia sampai tua, semua tergantung bgmna tiap org mengatur waktu dlm hidupnya.
Harta duniawi, hanyalah berguna utk selama kita hidup di dunia, begitu kita meninggal, tdk ada harta yg bs dibawa, sebagian dipakai utk kebutuhan kedukaan dan pemakaman, ada yg menjd warisan bagi anak cucu, dsbnya. Org yg memegang paham: ‘uang bkn segalanya tp segalanya butuh uang’ tentu akan bingung ketika waktu kematiannya sdh dekat, dia tdk punya ‘harta surgawi’ yg akan menyertainya saat hidup dlm kekekalan nanti. Jd fokus kita yg utama dlm hidup ini bukanlah menjd kaya, tp menyiapkan diri menghadap Tuhan nanti di dlm kekekalan, perlu utk menjd kaya hidup di dunia, tp sadarlah bhw itu cuma berguna utk hidup kita di dunia saja, jenazah yg oleh keluarganya dipakaikan perhiasan mahal, tdk ada gunanya selain hanya mendpt komentar dr org yg masih hidup. Bs saja org yg kaya di dunia tp dlm pandangan Tuhan ternyata dia itu org yg ‘miskin’ :
Wahyu 3:17
Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
Apa yg menjd tujuan utama hidup kita? Kalau itu jawabannya masih harta dan kekayaan, mulailah utk mengubahnya, menjadi kaya itu jgn dijadikan fokus utama hidup kita, biarlah kita hidup di dunia tdk berkekurangan dan jg hidup di surga dlm kemuliaan-Nya.