Merendahkan Diri

DI 08032022

Lukas 14:10-11
Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain.
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Kita tentu hrs mengasihi dan menghargai diri kita sndri, namun bergaul di suatu lingkungan atau komunitas, kita hrs mengerti aturan dan budaya yg berlaku di dlmnya.

Ayat ini mengingatkan kita utk jgn langsung merasa pantas utk menerima sesuatu hanya karena status sosial kita. Pepatah yg mgkin hrs kita selalu ingat adalah bhw di atas langit masih ada langit, artinya sekalipun kita punya status sosial yg ‘tinggi’, ingatlah bhw masih ada org lain yg lebih ‘tinggi’ dr kita. Lebih baik kita merendah lalu ditinggikan drpd lebih dulu meninggikan diri tapi kemudian direndahkan. Dlm bergaul dan beraktivitas, ingatlah bahwa org lain jg menilai kita, seberapa pantas kita diperlakukan sesuai dg aturan dan budaya yg berlaku di sebuah komunitas atau lingkungan di mana kita ada di dlmnya. Merendah tentu berarti memposisikan lebih rendah dari yang sebenarnya, sedangkan meninggikan berarti memposisikan lebih tinggi dr yg sebenarnya. Jd baik merendah atau meninggikan diri itu sebenarnya bukanlah posisi kita yg sbnarnya, namun org lain akan menempatkan kita pada posisi yg sbnarnya layaknya utk kita, apakah nantinya kita direndahkan atau sebaliknya, kita justru direndahkan krna sifat angkuh kita.

Merendahkan diri itu butuh hati yg ‘menerima apapun perlakuan org terhadap kita’, artinya bs saja nantinya org sadar bhw kita sehrsnya tdk di posisi rendah itu, atau kita dibiarkan & kita luput dr perhatian mrka. Jadi bkn hanya merendah, tp kita hrs lapang dada jika nanti tdk diperlakukan sepantasnya oleh org lain. Tdk semua org paham ttg aturan dan budaya, tdk semua org bs menperlakukan org lain dg selayaknya, jd kita jgn sakit hati kalau org lain mengecewakan dlm hal perlakuannya pd kita. Kisah Yesus mencuci kaki para murid tentu menjd satu teladan yg bs menjelaskan hal ini, Dia yg adalah Guru sbnarnya tdk pantas utk melakukan pencucian kaki, tp Dia lakukan itu krna ada tujuan-Nya. Merendah bukan berarti kita ingin dihormati nantinya, tp memang kita tdk ingin dipermalukan di dpn umum karena ternyata ada org yg lebih pantas dr kita, tapi kehormatan akan kita terima kalau orang lain menyadari bahwa dia belum memperlakukan kita dg selayaknya. Di hadapan Tuhan, kita jg wajib merendahkan diri, krna hanya Dia saja yg layak utk ditinggikan.

Jgn merasa diri kita paling terhormat, masih ada org lain yang lebih pantas menerimanya, kita hanya perlu merendahkan diri dan nanti kita akan ditinggikan.

About KoDan

Tuhan bicara pada kita melalui berbagai cara, salah satunya melalui tulisan renungan yang diinspirasikan melalui pewahyuan Firman Tuhan, dan lewat media ini, kerinduan saya kita makin mengenal Tuhan Yesus Kristus lebih intim lagi.
This entry was posted in Renungan. Bookmark the permalink.