DI 25032022
Keluaran 11:10
Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat ini di depan Firaun. Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.
Di satu sisi, Tuhan berencana utk membawa bangsa Israel keluar dr tanah Mesir, to di sisi lain justru Dia yang mengeraskan hati Firaun, kalau kita di posisi Musa saat itu, apa yg ada dlm pikiran kita?
Metode penyelesaian masalah yg umumnya dipakai adalah: yg besar diperkecil, yg rumit di buat sederhana, tapi ini tidak sejalan dgn apa yg Tuhan perbuat pd Firaun dan bangsa Israel saat itu, justru Tuhanlah yg ‘membuat’ situasi semakin rumit, sudah bnyk mujizat yg Musa dan Harun tunjukkan di depan Firaun & bawahannya, tapi justru Tuhan mengeraskan hati Firaun. Logika berpikir manusia berkata, seharusnya Tuhan melunakkan hati Firaun sehingga bangsa Israel bs dg mudah dibawa keluar dari Mesir. Walaupun kita sudah tahu bhw akhirnya bangsa Israel bs keluar jg dari Mesir, namun alasan mengapa Tuhan justru melakukan hal itu, tdk mudah utk kita pahami dan mgkin kita jg berpikir yg salah ttg Tuhan. Sederhananya, Tuhan itu punya hukum-Nya sndri, setiap dosa dan kesalahan ada hukum dan hitungannya. Sbg contoh ketika Tuhan menghukum kota dan penduduk Sodom dan Gomora, ada alasan-Nya kenapa tdk segera dihukum, kenapa hrs memberitahukan pada Abraham terlebih dahulu?
Setiap dosa dan kesalahan ada hukumannya masing-masing, katakanlah ada levelnya, ada dosa yg berakhir dg hukuman dirajam hingga mati, ada dosa yg hanya perlu ganti rugi brpa kali lipat, dsbnya. Utk menghukum berat dosa Firaun atas bangsa Mesir, maka perlu alasan mengapa hukumannya sangat berat. Jadi spt suam-suam kuku, panas tidak, dingin jg tidak, perlu ‘memenuhi kuota’ dosa yg hukumannya baru bs dijatuhkan. Itulah sebabnya dlm kitab Wahyu, Tuhan menegaskan manusia itu hrs jelas posisinya, kuduskah atau berdosa:
Wahyu 22:11-12
Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”
“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.
Di sinilah kita mencoba memahami kenapa Tuhan mengeraskan hati Firaun: butuh posisi yg tepat bagi Firaun, dg mempersulit bangsa Israel keluar dr Mesir, dosa Firaun makin kian bertambah hingga pada ‘kuota’ yg pas, maka hukuman bs diberikan dan itu legal di alam roh, karena iblis akan selalu mendakwa dan berusaha melawan Tuhan. Kita tahu akhir dr kisah ini tentara Mesir mati dipendam oleh air Laut Teberau yg sebelumnya Tuhan buat terpisah kiri dan kanan (Keluaran 14).
Kalau Tuhan campur tangan dlm situasi yang sedang kita hadapi, jgn heran kalau justru ada kemungkinan kesulitan semakin bertambah, tapi yakinlah bhw akhir dr semuanya adalah kita melihat kemuliaan Tuhan.